Pemerintah Harus Siapkan Instrumen Dana Repatriasi

pajak

JAKARTA – Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) berharap dana hasil repatriasi dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty akan membuat pasar investasi dalam negeri bergairah. Sebab dana repatriasi dari kebijakan tax amnesty akan lebih banyak tersedot ke sektor keuangan dan investasi portofolio.

Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti mengatakan, kesiapan instrument investasi menjadi kunci agar dana-dana tersebut bisa bertahan lebih lama di dalam negeri. Saat ini hal utama yang harus segera disiapkan oleh pemerintah adalah membuat instrument investasi yang bisa menggiring dana repatriasi itu masuk ke sektor riil.

Dengan begitu dana itu bisa membiayai pembangunan. “Saat ini baru surat utang negara yang menarik,” katnaya, Rabu (10/2). Jika dana repatriasi masuk ke government bond bisa mendorong pembangunan. Sementara jika hanya masuk ke portofolio investasi saham, dana tersebut hanya berputar di pasar keuangan. Apalagi sejauh ini instrument investasi portofolio lebih marak, dibandingkan instrument investasi untuk pembiayaan proyek. Seperti instrument reksadana, pasar saham, hingga Real Estate Investment Trust (REIT’s).

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan segera membahas RUU tax amnesty. Dalam aturan ini, pemerintah memberikan tarif tebusan pajak 1%, 2% dan 3% , jika wajib pajak melakukan repatriasi aset. Dana repatriasi diwajibkan masuk instrument investasi dalam negeri, dan tidak boleh ditarik selama satu tahun. Sedang WP yang mengajukan pengampunan pajak tanpa repatriasi aset, tarifnya 2%, 4% dan 6%. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan akan ada dana Rp 2.000 triliun masuk jika tax amnesty berlaku.

Sumber: KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: