Halmahera Utara – Presiden Jokowi sudah tahu mengenai isu Panama papers yang tengah heboh. Jokowi juga akan segera memberi tanggapan, apalagi disebut-sebut ada nama orang Indonesia.
“Nanti akan saya sampaikan kalau sudah final semuanya karena ada menyangkut tax amnesty dan lain-lain. Nanti setelah itu saya umumkan,” kata Jokowi sesaat sebelum meninggalkan Halmahera Utara, Rabu (6/4/2016).
Presiden tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai isu Panama papers. Termasuk keterkaitannya dengan tax amnesty.
Seperti diketahui dokumen Panama atau Panama Papers mengungkapkan pengaturan keuangan oleh banyak politikus dan tokoh publik. Bocoran dokumen itu berasal dari firma hukum Mossack Fonseca yang berbasis di Panama. Namun di publik data yang beredar campur aduk dengan data offshore leaks yang sudah bocor dua tahun lalu.
Khusus soal bocoran dokumen itu menunjukkan Mossack Fonseca telah membantu pendirian lebih dari 240 ribu perusahaan offshore milik klien-kliennya yang kebanyakan tokoh penting dan konglomerat dunia. Perusahaan offshore biasanya didirikan di wilayah surga pajak, yang pungutan pajaknya rendah seperti Panama dan British Virgin Islands.
Memiliki perusahaan offshore tidaklah ilegal. Bahkan, belum tentu juga perusahaan offshore didirikan untuk menghindari pajak.
Di Indonesia, ada juga nama-nama yang masuk dalam daftar Panama Papers. Namun sekali lagi, nama-nama tersebut belum bisa dipastikan ada kaitannya dengan persoalan ilegal.
Sumber: DETIK
http://www.pengampunanpajak.com
info@pengampunanpajak.com
Kategori:Pengampunan Pajak
Tok! Daftar 52 RUU Prolegnas Prioritas 2025, RUU Sisdiknas Masuk
PANDUAN LANGKAH DEMI LANGKAH DALAM MELAKUKAN PENGISIAN DAN PELAPORAN PPS – PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Slide Pengampunan Pajak 2022 – Slide Program Pengungkapan Sukarela – Slide Tax Amnesty Jilid 2
Tinggalkan komentar