Tax Amnesy Memicu Investor Meminta Yield Tinggi

JAKARTA, Lelang surat berharga syariah Negara (SBSN) atau sukuk Negara pada Selasa (28/6) diwarnai permintaan yield tinggi. Investor cenderung berhati hati menanti UU tax amnesty, yang akhirnya disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemarin.

Kenati permintaan yield tinggi, pemerintah menyerap sukuk Negara melebihi target indikatid yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp. 4 triliun. Seri PBS009 misalnya, meraih total penawaran Rp 2,44 triliun dengan yield terendah yang masuk 7,31%. Yield tersebut lebih tinggi dibandingkan lelang Selasa (14/6), yang mencatat yield terendah 7,18%.

Demikian juga dengan seri PBS006 yang menerima total penawaran Rp 1,9 triliun, dengan yield terenah .

Seri PBS011 yang pada lelang kali ini mencatat total penawaran RP 135milian, dengan yield terendah yang masuk 7,84% lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya yang sebesar 7,87%.

Lalu, seri PBS012 mencatat penawaran Rp 2,13triliun dengan yield tertinggi 10% dan terendah 8,18%. Yield seri ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yang mencatat yield tertinggi 8,4% dan yield terendah 8,15%.

Sementara itu, seri anyar SPNS29122016 (new issuance) mencatat penawaran sekitar Rp 1,9 triliun dengan yield tertinggi yang masuk 7% dan terendah 6%.

Dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 7,8 triliun lelang ini Cuma diserap Rp 5 triliun. Pemerintah hanya memenangkan seri PBS009, PBS006 dan PBS012 masing-masing sebesar Rp 1 triliun. Investment Specialist BNI Asset Management Akuntino Madhany mengatakan tingginya penawaran yield dipicu kenaikan yield di pasar sekunder. Pasar obligasi tertekan akibat isu realisasi tax amnesty serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). “Setelah Brexit (Britain Exit) menyebabkan kurs rupiah tertekan, yield obligasi mengalami kenaikan,” ujar akuntino, Selasa (28/6)

Di sisi lain, Akuntino memperkirakan, kebutuhan investasi di surat berharga Negara (SBN) masih tinggi, sehingga total penawaran meningkat dibandingkan lelang sebelumnya, yang mencapai Rp 6,9 triliun. “Ditambah yield juga masih cukup baik,” ujar Akuntino

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan, pemerintah tak agresif menyerap lelang lantaran menanti pengesahan tax amnesty. “pemerintah berharap dari tax amnesty bisa mengurangi utang, sehingga utangnya agak tertahan,” ujar Lana.

Sumber: harian kontan 29 Juni 2016

Penulis : Wahyu Satriani Ari Wulan

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: