Ini Alasan James Riady Baru Ikut Tax Amnesty di September

c571d-tax2bamnesti

Jakarta -James Riady mengaku selama ini tidak ada satu pikiran pun dalam benaknya untuk tidak jujur terhadap pajak. Menurutnya, sistem pajak selama ini yang belum sempurna menjadi kendala adanya harta-harta yang belum dilaporkan ke negara.

“Dalam pikiran saya hanya bekerja, bekerja, dan bekerja lebih cepat supaya bisa membangun, menciptakan lapangan pekerjaan khususnya di daerah terpencil,” ujar dia ketika ditemui di DJP Wajib Pajak Besar Sudirman, Jakarta, Jumat (2/9/2016).

“Namun apa yg terjadi? Memang sistem kita selama ini sedemikian rupa tidak sempurna. Lalu melewati krisis demi krisis khususnya 98. Sedemikian rupa menjadi banyak kegiatan itu di luar sistem formal. Di semua negara memiliki faktor seperti itu. Karena itulah, apa yang kami lakukan hari ini adalah untuk merapikan semua, sehingga menjadi rapi, menjadi transparan total, dan menjadi terbuka. Dan lewat waktu, anda juga akan bisa melihat apa yang kami laporkan. Namun tidak perlu hari ini,” tambahnya.

Bos Grup Lippo ini menjadi salah satu wajib pajak besar yang telah mengikuti program tax amnesty. Menurutnya alasan Ia baru melakukan pengampunan pajak saat ini, karena ada banyaknya proses administrasi yang dilakukan, mengingat juga kapasitasnya sebagai pengusaha besar. Hal ini juga menjadi penyebab mengapa banyak wajib pajak besar yang juga belum melakukan tax amnesty.

“Banyak mereka yang sedang mempersiapkan. Kelompok kami pun tidak cukup satu gelombang. Itu pun sudah pagi, siang, malam dipersiapakan supaya jangan ada yang tertinggal. Dan ada sebagian yang masih memerlukan waktu lebih lama juga untuk lebih mengerti. Menurut saya bulan September akan jauh lebih banyak lagi dan meluas,” tandasnya.

Hal ini juga diungkapkan oleh staf ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak, Puspita Wulandari, yang mengatakan ada banyak proses administrasi yang disiapkan oleh para wajib pajak besar. Mulai dari mengidentifikasi harta yang akan dideklarasi dan direpatriasi, hingga mempersiapkan dana yang digunakan untuk tebusan.

“Mereka masih membereskan, mengidentifikasi harta dan utangnya. Mereka kemudian membereskan hal-hal lainnya karena kan ada pengalihan dari luar ke dalam atau juga yang sebagian di dalam negeri. Kemudian karena mereka adalah pengusaha besar, tentu harus mencari uang untuk membayar tebusan. Jadi hal-hal itu yang kemudian membuat para WP besar atau pengusaha-pengusaha ini harus menunggu dulu sampai semua rampung baru bisa memasukkan,” jelas dia.

Sementara itu Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar Sudirman Mekar Satria Utama mengatakan, hingga hari ini jumlah tebusan dari wajib pajak besar adalah Rp 847,65 miliar. Sementara untuk total aset yang sudah dideklarasikan mencapai Rp 39,2 triliun.

“Hingga hari ini uang tebusannya Rp 847,65 miliar. Total aset yang sudah dideklarasikan mencapai 39,2 triliun. Deklarasi terbesar kelihatannya dari dalam negeri,” jelasnya ketika ditemui di acara dan lokasi yang sama.

Sumber : DETIK

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: