Memaknai Program Tax Amnesty Secara Filosofi

Memaknai Program Tax Amnesty Secara FilosofiUNDANG-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak telah disyahkan DPR RI pada 28 Juni 2016. Tentu hal ini merupakan sesuatu yang bersejarah di negara kita dalam kaitan kesungguhan dari pihak pemerintah dalam menghimpun dana.

Kaitan untuk pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya tentu untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Wajib dan sepatutnya kita dukung untuk kesuksesan program Pengampunan Pajak atau bahasa populernya adalah Tax Amnesty.

Yang menarik untuk kita cermati adalah kata pengampunan yang dipergunakan dalam Undang-Undang tersebut. Apa filosofi dibalik penggunaan kata pengampunan tersebut? Untuk kesuksesan dari UU No.11 tahun 2016 ini, kita coba telisik makna dari kata pengampunan tersebut.

Ya, kalau kita hanya sekedar ikut-ikutan program tax amnesty yang telah dilakukan di beberapa negara, dan amnesty itu bermakna “pengampunan”, tentunya kita tidak berdasar atau tidak mengakar pada saat kita menggunakan kata “pengampunan” dalam UU tersebut. Tentunya kita berkeyakinan bahwa tim perumus UU terkait telah menggali dan mendalami filosofi dari maka kata ” pengampunan”

Dari berbagai literatur yang dihimpun oleh penulis, tentang makna kata “Ampun” yang merupakan asal kata dari pengampunan pada berbagai kamus bahasa dari beberapa negara, ternyata “ampun” itu berbeda dengan kata “maaf”.

Secara singkat “maaf” bermakna bahwa segala kesalahan yang telah terjadi, dengan pengajuan kata “maaf” dan “maaf” nya tersebut diterima, maka segala kesalahan yang telah dilakukan tersebut, benar-benar dihapuskan dan seolah-olah tidak pernah ada kesalahan tersebut.

Jadi secara database baik secara fisik maupun pada database yang non fisik, kesalahan yang pernah ada tersebut, benar-benar dianggap tidak pernah ada, alias sudah di “delete”.

Sedangkan kata “ampun” dari hasil pengamatan singkat pada kamus bahasa dari beberapa negara, bermakna bahwa ampun adalah dapat menerima alasan terjadinya kesalahan yang telah dilakukan dan memaklumi alasannya dan selanjutnya tidak dikenakan sanksi atau hukuman lagi (walaupun ada yang menerapkan denda yang relatif kecil).

Dan namun kesalahan tersebut tetap tercatat pada database. Artinya tidak ada sanksi yang dikenakan setelah pengajuan pengampunan disampaikan.

Uraian diatas ada kesamaan padangan dengan pemikiran dari tim pembuat UU No.11 Tahun 2016 tersebut, dimana bila kita lihat pada BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: ayat 1. Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Ayat 6, Tunggakan Pajak adalah jumlah pokok pajak yang belum dilunasi berdasarkan Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, dan Putusan Peninjauan Kembali, yang menyebabkan jumlah pajak yang masih harus dibayar bertambah termasuk pajak yang seharusnya tidak dikembalikan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Ayat 7, Uang Tebusan adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan Pengampunan Pajak. Dan yang terakhir adalah pada pasal 20 berbunyi: Data dan informasi yang bersumber dari Surat Pernyataan dan lampirannya yang diadministrasikan oleh Kementerian Keuangan atau pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang ini tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana terhadap Wajib Pajak.

Tentunya kita tidak perlu panjang lebar memperdebatkan lagi makna dari pengampunan tersebut. Yang paling penting, bagaimana kita sebagai warga negara wajib menyukseskan program Tax Amnesty ini. (*)

 

 

Sumber : Tribunnews

Oleh: DR H Irvandi Gustari
Direktur Utama PT Bank Riau Kepri

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: