BSM Sanggup Tampung Rp10 Triliun Dana Amnesti Pajak

Bandung – Beberapa waktu lalu, pemerintah menerapkan kebijakan amnesti pajak. Sejumlah lembaga keuangan ditunjuk untuk menampung dana pengampunan pajak tersebut.

Salah satu bank yang ditunjuk menampung dana tersebut yakni Bank Syariah Mandiri (BSM). Group Head Human Capital BSM Andang Lukitomo mengaku pihaknya siap menyukseskan program ini.

“Khusus dana amnesti pajak, kita sanggup menampung maksimal Rp10 triliun,” kata Andang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penampungan dana ini berhubungan dengan sumber daya manusia yang dimiliki. Pihaknya menilai kekuatan yang dimiliki itu hanya sanggup menampung sebesar Rp10 triliun.

Seperti diketahu, Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar Perusahaan Efek (PE) atau perusahaan sekuritas, Manajer Investasi (MI), dan bank yang bisa menampung dana repatriasi hasil dari pengampunan pajak atau tax amnesty.

Tercatat, ada 19 perusahaan sekuritas, 18 MI, dan 19 bank yang terpilih bisa menjadi gateaway penampungan dana amnesti pajak ini. Menteri Keuangan saat itu Bambang Brodjonegoro menjelaskan, khusus untuk perbankan itu hanya bank Buku III dan IV yang masuk kriteria bank persepsi.

Dia menjelaskan, kriteria bank persepsi tersebut batasannya adalah minimal buku III yang punya salah satu dari 3 fasilitas lock-up yaitu trustee, kustodian, dan rekening dana nasabah.

Bambang menyebutkan, dalam kontrak yang disepakati itu intinya memberikan akses kepada Dirjen Pajak maupun Kemenkeu untuk bisa melihat pergerakan dana. Pihaknya memastikan selama tiga tahun ke depan dana yang ditampung tidak keluar dari Indonesia.

Secara lengkap, para lembaga keuangan yang ditunjuk itu yakni BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Danamon, Bank Permata, Maybank Indonesia, Panin Indonesia, CIMB Niaga, UOB, Citibank, The Hong Kong and Shanghai Bank Corporation, DBS, Standard Chartered, Deustche Bank AG, Bank Mega, BPD Jabar dan Banten, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri (BSM).

Sedangkan, lembaga MI yang ditunjuk yakni Schroder Investment Management Indonesia, Eastspring Investment, Manulife Aset Manajemen, Bahana TCW, Mandiri Manajemen Investasi, BNP Paribas Investment, Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Danareksa Investment, BNI Asset Management, Panin Asset Management, Ashmore Asset management, Sinarmas Asset Management, Trimegah Asset, Syailendra Capital, PNM Investment Management, Ciptadana Asset Management, Bowsprit Asset Management, dan Indosurya Asset Management.

Lalu, perusahaan sekuritas yang ditunjuk pemerintah yakni Sinarmas, Panin, CLSA Indonesia, Mandiri Sekuritas, CIMB Securities, Trimegah, RHB, Daewoo, Bahana, IndoPremier, UOB Kay Hian, BNI, Sucorinvest Central Gani, Danpac, Panca Global, MNC Securities, Pacific Capital, Mega Capital, dan Pratama Capital.

Penulis : Doni Ramdhani

Sumber : inilahkoran.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: