Dirjen Pajak: Saya Deg-degan, Ini Sangat Berat

RMOL. Sudah dua bulan berjalan, program tax amnesty masih sepi peminat. Hingga tadi malam, dana yang didapat dari deklarasi program ini baru sekitar Rp 40 triliun. Padahal pemerintah mematok target hingga Rp 4 ribu triliun. Tentu saja keadaan ini bikin Dirjen Pajak Ken Dwijugiesteadi deg-degan.

Pemerintah terus mensosialisasikan tax amnesty kepada para pengusaha. Kemarin pagi, sosialisasi disampaikan kepada para nasabah Bank BTN, di Hotel Kempinski, Jakarta. Ada 300-an peserta yang hadir. Pengusaha dan bankir. Kepada para hadirin, Ken menyampaikan kemajuan peserta program tax amnesty, termasuk kegelisahannya. Dia menyadari, dana yang diraih dari program ini masih jauh dari target.

Padahal, kata dia, sosialisasi terus-terusan berjalan. Presiden Jokowi dan Menkeu yang baru, Sri Mulyani sampai turun langsung untuk mensosialisasikan program tersebut di kota-kota besar. Selama hampir dua bulan berjalan, paling tidak sudah ada 20 ribu orang yang mengikuti acara sosialisasi. Tapi yang mengikuti program baru 7 ribuan. Artinya ada sekitar 12 ribuan lagi masih belum medaftar.

Mau tak mau keadaan ini bikin Ken sedikit was-was. Pasalnya, target dana yang diraih dari program tax amnesty sangat tinggi. Dan itu cukup berat. Pemerintah menargetkan, jumlah harta yang dideklarasikan mencapai Rp 4 ribu triliun, sementara dana repatriasi mencapai Rp 1.000 triliun. Ada pun target tebusan yang akan masuk kas negara ditarget hingga Rp 165 triliun. “Saya deg-degan juga, masih kurang banyak. Ini sangat berat, tapi saya optimis tercapai,” ungkapnya.

Dikutip dari laman pajak.go.id tadi malam, nilai deklarasi harta dari program pengampunan pajak sudah mencapai Rp 40 triliun. Padahal, target hingga akhir Maret nanti adalah Rp 4 ribu triliun. Alhasil, uang tebusan yang masuk kas negara baru mencapai Rp 796 miliar dari target Rp 165 triliun.

Menurut Ken, rendahnya penerimaan ini lantaran masih ada 400-500 wajib pajak kakap yang belum mau mengikuti tax amnesty. Gara-gara itu, dia mengaku kerja lembur bahkan, ngantor di Sabtu-Minggu. Ken menduga, masih banyak orang yang kebingungan terhadap program pengampunan pajak ini.

Kepada para hadirin, Ken kembali memastikan bahwa kerahasiaan identitas dijamin. “Karena mulai dari nama saja kami ganti dengan barcode,” pungkasnya.

Seretnya raihan tebusan dari tax amenesty bikin Sri Mulyani siaga. Soalnya pemerintah sangat mengandalkan periode pertama tax amnesty yang berakhir 31 September mendatang. Jika nantinya penerimaan masih melesat jauh dari target, Sri bilang akan mengambil kebijakan lain untuk mengantisipasi risiko fiskal.

Sekadar latar, program tax amnesty dibagi menjadi tiga periode setiap triwulan. Periode pertama dimulai Juli -September 2016, periode kedua Oktober-Desember 2016, dan periode ketiga Januari-Maret 2017. Peserta yang bersedia melakukan repatriasi akan mendapat tarif tebusan dua persen di periode pertama. Kemudian tiga persen dan lima persen pada periode kedua dan ketiga. Sementara yang hanya mendeklarasikan asetnya di luar negeri tanpa repatriasi, akan dikenai tarif dua kali lebih besar yakni empat persen di periode pertama, serta enam persen dan 10 persen di periode-periode berikutnya.

Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan, rendahnya perolehan tax amnesty karena masih banyak wajib pajak yang masih bersikap wait and see. Selain itu, mereka juga masih dalam persiapan mengisi surat pernyataan harta (SPH). Di sisi lain, masih ada yang belum paham apa itu tax amnesty dan sebagian masih ragu apakah tax amnesty ini menjamin kepastian ke depannya. “Mereka juga masih butuh kejelasan dan kepastian aturan turunan,” kata Yustinus, saat dikontak, kemarin.

 

Sumber: RMOL

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: