Amnesti pajak Indonesia Juara Dunia

Hasil gambar untuk amnesti pajak

JAKARTA – Program amnesti pajak Indonesia akan tercatat sebagai rekor tersukses di dunia. Maklum, angka-angka deklarasi aset, repatriasi dan nilai tebusan dari amnesti pajak, mengalahkan prestasi Italia. Padahal, selama ini Italia tercatat sebagai pelaksana amnesti pajak tersukses di dunia.

Lihat saja, sampai akhir periode pertama pada 30 September 2016 pukul 21.40 WIB, penerimaan negara dari program amnesti pajak menembus Rp 97,1 triliun. Dari angka itu, hasil uang tebusan mencapai Rp 93,7 triliun. Selebihnya dari pembayaran penghentian bukti permulaan dan tunggakan pajak.

Sedangkan total harta yang dideklarasikan mencapai Rp 3.589 triliun. Adapun nilai repatriasi harta sebanyak Rp 136 triliun.

Presiden Joko Widodo yakin, jumlah dana tersebut akan terus bertambah sampai pukul 24.00 WIB. “Akan terus bergerak karena masih banyak yang mengantre,” katanya saat kunjungan ke Kantor Ditjen Pajak, Jumat (30/9).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebutkan, realisasi amnesti pajak periode pertama telah melampaui harapan. “Ini luar biasa, terus terang melebihi ekspektasi,” katanya, Jumat (30/9).

Dengan realisasi tersebut, pemerintah yakin, sampai berakhirnya periode pertama, penerimaan negara dari pengampunan pajak akan menembus angka Rp 100 triliun. Keyakinan ini didasarkan pada antusiasme wajib pajak yang  sampai saat ini masih antre di kantor pajak. “Deklarasi akan melebihi Rp 3.500 triliun,” katanya.

Nah, pada Jumat kemarin, taipan yang mengikuti amnesti pajak adalah bos Grup Salim yaitu Anthoni Salim. Laporan diajukan oleh Anthoni Salim baik secara pribadi maupun perusahaan yang diwakili Franciscus  Wlirang. “Pak Anthoni Salim ada yang deklarasi. Ada juga yang repatriasi,” ungkap Welirang.

Momentum reformasi pajak

Menurut Presiden, angka-angka itu menunjukkan bahwa ada kepercayaan dari masyarakat, dunia usaha kepada pemerintah, khususnya di bidang perpajakan. “Ini sebuah momentum untuk mereformasi perpajakan, memperluas basis pajak, dan meningkatkan rasio pajak,” katanya.

Untuk mereformasi perpajakan, menurut Presiden Jokowi, pemerintah akan berkonsentrasi pada revisi Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), UU Pajak Penghasilan (KUP), UU Pajak Penghasilan (PPh), dan UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN)>

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan pemerintah adalah bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat yang sudah ikut amnesti pajak. “PR-nya beralih ke kami, bagaimana menjaga kepercayaan dengan mereformasi dari perundang-undangan sampai institusi pajak dan seluruh jajarannya,” katanya. Untuk itu, pihaknya akan terus mengevaluasi dan mempelajari masukan negatif, termasuk memperbaiki institusi pajak.

Yang patut jadi catatan pemerintah, minat keikutsertaan amnesti pajak akan menurun periode kedua dan ketiga. Sebab, tarif tebusan naik menjadi minimal 3% dan maksimal 10% dari nilai aset.

Oleh karena itu, target amnesti pajak akan beralih. “Kami mengharapkan tahap dua dan tiga akan didominasi UKM, karena tarifnya tak berubah,” kata Sri Mulyani.

Dia menyatakan, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi ke para pelaku UMKM, serta membantu proses administrasinya.

Sumber : Harian Kontan

Penulis: Hasyim Ashari, Agus Triono

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: