Fenomena Pengampunan Pajak

13

NIAT pemerintah memberlakukan UU terkait pengampunan pajak, memang perlu kita dukung. Tujuannya memang baik terkait dengan untuk peningkatan penerimaan negara dari sisi pajak terutama bagi para nasabah yang selama ini memarkir dananya di luar negeri.

Yah memang kalau kita lihat dari Panama Papers yang nota bene sebenarnya hanya contoh jumlah kecil orang-orang Indonesia yang memarkir dananya diluar negeri, rasanya pihak pemerintah sudah menghitung dengan cermat, besaran dana di berbagai negara yang ditempatkan orang Indonesia.

Jumlahnya memang fantastis yaitu berkisar Rp. 2.000 Triliun sampai dengan Rp. 4.000 Triliun. Atau sudah mendekati jumlah hutang negara kita ini. Memang patutlah dan sudah sepantasnya sebenarnya menjadi perhatian dari pihak pemerintah.

Kebijakan mengenai pengampunan pajak di Indonesia sebenarnya bukanlah hal yang baru dan juga bukanlah pertama kali dilakukan saat ini. Masih ingat dalam ingatan kita pada tahun 1964 sudah pernah diterapkan yaitu melalui Penetapan Presiden RI No. 5 tahun 1964 tentang Peraturan Pengampunan Pajak dan selanjutnya kemudian secara berturut-turut diikuti Keppres No. 26 tahun 1984 tentang Pengampunan Pajak jo. Keputusan Menteri Keuangan No. 345/KMK.04/1984 tentang Pelaksanaan Pengampunan Pajak jo. Keputusan Menteri Keuangan No. 966/KMK.04/1983 tentang Faktor Penyesuaian Untuk Penghitungan Pajak Penghasilan.

Dengan demikian sudah kesekian kalinya kebijakan pengampunan pajak ini, bila kita evaluasi sejauh mana efektifitasnya, maka dilihat dari respon dan jumlah yang berpartisipasi pada tahun 1964 dan tahun 1984, terlihat jumlahnya tidak begitu besar bagi segi jumlah wajib pajak maupun dari jumlah objek yang di laporkan.

Tapi bilamana kita tarik data dari 1 negara saja tempat parker dana orang -orang Indonesia di luar negeri, misalnya Panama, maka ada terdata 214.000 nama perusahaan dan pengusaha dan ada sekitar 3000 perusahaan yang terdata pula mendirikan perusahaan offshore di Panama.

Luar biasa. Bisa dibayangkan ya, kalau begitu betapa besar dan berapa kali lipatnya kalau begitu data penempatan dana orang di Singapore yang merupakan negara yang paling aman di dunia saat ini dari segi kerahasiaan data nasabah untuk parkir segala dana yang halal maupun non halal.

Dibalik sikap pesimis terhadap kebijakan pengampunan pajak ini, ada cerita sukses yang menarik yaitu negara Afrika Selatan dan India. Afrika Selatan berhasil dan sukses menghimpun dana repatriasi sejumlah USD 0,36 Milliar pada tahun 2003 dengan rentang waktu berlaku kebijakan hanya 6 bulan.

Cerita mengenai India yang lebih sukses dari Afrika Selatan pada tahun 1981, dimana India malah berhasil menghimpun dana repatriasi sekitar USD 1 Milliar, dengan rentang waktu lebih singkat yaitu 3 bulan.

Kita memang harus bijak melihat kebijakan terkait UU tentang pengampunan pajak ini. Memang ada pro dan kontra dan kita harus bisa mengambil posisi dengan kepala jernih. Tujuannya memang untuk jangka pendek dan untuk solusi cari penerimaan negara dalam kaitan APBN tahu 2016 dengan target penerimaan pajak 2016 yang dipatok Rp 1.360,2 triliun.

Di sisi lain, memang peluang untuk menutup lobang kekurangan penerimaan pajak tersebut, masih banyak peluangnya. Contohnya data dari Bank Dunia per akhir Desember 2015 lalu memperlihatkan adanya ketimpangan besar peta kekayaan di Indonesia dimana 1% penduduk menguasai sekitar 50,3% aset yang ada di negara kita. Hal ini berarti bahwa Tax Amnesty akan dinikmati hanya bagi WP orang kaya, yaitu hanya sekitar 1% dari 20 Juta Wajib Pajak.

Sepatutnya kita tidak perlu berpolemik terlalu jauh, namun yang paling penting, kita harus fokus pada kesuksesan penerimaan negara dapat tercapai agar rakyat Indonesia bisa selalu sejahtera.

Sumber: TRIBUN NEWS

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: