Sejauh Mana Dampak Tax Amnesty Tarik Dana Indonesia dari Singapura?

Sejauh Mana Dampak <i>Tax Amnesty</i> Tarik Dana Indonesia dari Singapura?Metrotvnews.com, Jakarta: Mahasiswa Bisnis Universitas Leuven Muhammad Arkandiptyo mempertanyakan sejauh mana kebijakan tax amnesty dapat mengembalikan dana pengusaha domestik dari negara tetangga seperti Singapura. Dia mempertanyakan ini meskipun Singapura juga akan menjalani perjanjian perturakan informasi aset dengan otoritas pajak Indonesia pada 2017.

Dia menilai bahwa kebijakan ini berdampak dengan kemunculan OKB (Orang Kaya Bayu) pasca Orde Baru ketika mereka menginvestasikan aset di Singapura, tetapi tak cukup kaya untuk menginvestasikan dananya di Hong Kong atau Timur Tengah.

Namun dia meragukan OKB ini masih kalah kaya dengan Taipan yang memakirkan dana di Singapura. Bahkan meskipun banyak OKB selama satu dekade terakhir, taipan Indonesia yang jumlahnya sangat banyak tak hanya memarkirkan dananya di Singapura tetapi di tempat lainnya.

“Itu berarti tak ada apa-apanya. Serius, saya tak akan berbicara mengenai data karena 80 persen tak valid. Saya mengajak kita berbicara mengenai perbandingan ini, seperti kemunculan pengusaha Chairul Tanjung (CT),” tuturnya dikutip dari Quora.com, Minggu (17/7/2016).

Dia mengatakan, CT memiliki banyak bisnis dari perbankan hingga TV, namun dia meyakini ini tak dapat dilakukan tanpa koneksi dengan Taipan seperti Keluarga Hartono atau Sinarmas Group. Dia juga melihat ada kaitan antara bisnis CT dengan Salim Group dengan maraknya iklan Indofood di kedua TV milik CT serta diundangnya petinggi Indofood dalam sejumlah event oleh Trans Corp.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan sejauh mana uang Grup Salim kepada Transcorp, meskipun kekayaan Anthony Salim dibawah kekayaan CT dalam versi Forbes,” tanyanya.

“Kemudian lihatlah Lion Group yang seakan berusaha menyembunyikan kekayaanya dengan melarang pegawainya membawa laporan keuangan ke rumah dan mewajibkannya menganalisa di kantor saja.” tambahnya.

Dia mencontohkan Jhon Riady dan Lippo Group merupakan pengembang besar di Singapura. Bahkan ada satu gedung di National University of Singapore (NUS) yang dinamai Mochtar Riady. Padahal nama Mochtar hanya ada di Universitas Pelita Harapan (UPH) dan GRRI Networks di indonesia.

“Tanoto Asian Agri dan Pendiri Wilmar Martua Sitorus juga berkantor di Singapura. Keduanya juga berbaik hati kepada Pemerintah Singapura lewat NUS,” jelas dia.

Dia berkesimpulan, pada akhirnya Indonesia tak akan mendapatkan dampak siginifikan. Singapura mungkin akan kehilangan investor potensial dan klien properti tetapi perdagangan, pelabuhan dan investasi properti mereka tetap akan tak terkalahkan.

Tapi ada satu potensi yang akan diraih melalui kebijakan tax amnesty dan pertukaran informasi. Beberapa OKB akan terpukul melalui rencana ini. Terutama kepada para Mantan anggota DPR atau pejabat “korup” di level regional dan nasional. Sekali lagi, orang-orang ini bisa menerima komisi dan tempat parkir yang paling aman adalah di SIngapura.

“Akan menarik melihat sejauh mana dolar Singapura akan terambil dari kelompok ini saja dan seberapa banyak kelompok terkemuka yang jatuh dalam perangkap, semoga ini dapat diimplementasikan dengan baik,” tutupnya.

 

 

Sumber: Metrotvnews.com 

Penulis : Arif Wicaksono

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

 

 

 

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: