Obligasi Dominasi Pendanaan di Pasar Modal

\Obligasi Dominasi Pendanaan di Pasar Modal   \

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan bahwa jumlah nilai emisi penerbitan surat utang atau obligasi mendominasi “pipeline” penggalangan dana melalui pasar modal pada awal semester II 2016 ini.

”Di semester II ini penggalangan dana melalui pasar modal itu ada sekitar Rp15 triliun. Dari jumlah itu kebanyakan obligasi,”kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta.

Menurut dia, nilai emisi itu berpotensi bertambah menjelang batas akhir deklarasi periode pertama pada September dan periode kedua pada Desember. Hal itu dikarenakan pemberlakuan tarif tebusan relatif rendah sehingga akan mendorong dana repatriasi masuk ke dalam negeri.”Lihat nanti di September dan Desember, nilai emisi akan meningkat jauh dari ‘pipeline’ yang ada saat ini. Nanti akan banyak ‘demand’ produk baru,” ujarnya.

Nurhaida juga mengemukakan bahwa per 5 Agustus 2016 nilai emisi penggalangan dana melalui pasar modal mencapai sekitar Rp99 triliun. Ke depan, jumlah itu berpotensi meningkat karena adanya sentimen positif dari dalam negeri terutama dengan adanya program amnesti pajak. Di sisi lain, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga akan gencar meluncurkan program-programnya, terutama dalam mengembangkan infrastruktur.

Kondisi itu, kata Nurhaida, tentu memerlukan pembiayaan. Kalau BUMN menerbitkan obligasi, itu juga bagian dari penggalangan di pasar modal.”Jadi kalau dilihat apakah pendanaan perekonomian melalui pasar modal tumbuh atau tidak, jawabannya bertumbuh. Emiten-emiten itu kan adanya di sektor riil sehingga kemudian kan membantu sektor riil,”tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penggalangan dana di pasar modal melalui mekanis IPO, “right issue”, dan konversi waran di sepanjang Januari hingga Juni 2016 telah mencapai Rp16,76 triliun. Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk hingga Juli 2016 senilai Rp57,81 triliun.

Disebutkan, total total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 291 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp275,35 triliun dan USD50 juta, yang diterbitkan oleh 103 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.660,82 triliun dan USD1,24 miliar serta lima EBA tercatat senilai Rp1,95 triliun.

Jumlah ini bertambah seiring dicatatkannya obligasi berkelanjutan III Adira Finance tahap IV-2016 dan Sukuk Mudharabah berkelanjutan II Adira Finance tahap II-2016 yang diterbitkan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) di BEI.

Obligasi berkelanjutan tersebut terdiri Seri A dengan total dana Rp835 miliar jangka waktu 370 hari, Seri B Rp434 miliar jangka waktu 36 bulan, Seri C Rp431 miliar jangka waktu 60 bulan.

Sumber: OKEZONE

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: