Tommy Lapor, Tebusan Tambah Rp 600 Miliar

c2236-amnestipajak

JAKARTA– Nominal uang tebusan amnesti pajak yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) melonjak menjadi Rp 12,3 triliun, setelah pengusaha Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto melaporkan harta kekayaan yang mendapat pengampunan pajak dari pemerintah, Kamis (15/9).

Sebelum Tommy melapor ke Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar IV di Jakarta, nominal uang tebusan yang tercatat di dashboard amnesti pajak pada pukul 11.37 WIB sebesar Rp 11,7 triliun. Meski demikian, tidak dapat dipastikan apakah lonjakan setoran uang tebusan sebesar Rp 600 miliar tersebut merupakan setoran dari putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu.

Pasalnya, pada saat yang bersamaan, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga menyambangi Kantor Pelayanan Pajak Sunter, Jakarta Utara untuk ikut program tax amnesty. Kemarin, total uang tebusan yang disetor ke kas negara melonjak signifikan hanya dalam hitungan jam.

Pada pukul 13.00 WIB jumlah tebusan yang tercatat di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak Rp 12,3 triliun. Pukul 16.00 WIB, jumlah menjadi Rp 21,3 triliun atau bertambah Rp 9 triliun. Namun lonjakan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan signifikan nilai aset yang direpatriasi oleh para peserta amnesti pajak.

Dari target repatriasi aset Rp 1.000 triliun, sejauh ini yang tercatat baru Rp 24,3 triliun, bertambah Rp 480 miliar dalam empat jam. Sejauh ini, jumlah aset tersembunyi yang diungkap para peserta tax amnesty Rp 528 triliun. Jumlah terbesar bersumber dari deklarasi aset di luar negeri Rp 371 triliun dan sisanya pengungkapan harta wajib pajak di luar negeri Rp 132 triliun.

Tommy Soeharto merupakan anggota keluarga Cendana pertama yang mengikuti tax amnesty. Ia berharap saudara-saudaranya yang juga merupakan pengusaha besar mengikuti jejaknya. Mereka adalah Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

”Saya belum bertemu mereka. Seharusnya sih mereka memanfaatkan tax amnesty juga,” ujar bos PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk itu. Selain mendeklarasikan seluruh harta yang dimilikinya di luar negeri kepada pemerintah, Tommy juga memastikan bakal segera merepatriasi aset-aset di luar negeri untuk memperkuat bisnisnya di Indonesia.

Ia mengaku memiliki banyak piutang dan saham di perusahaanperusahaan luar negeri, yang bakal ditarik ke Tanah Air. ”Saya melaporkan aset, berupa piutang, saham, dan lain-lain yang belum dilakukan langsung secara pribadi. Repatriasi ini semoga lebih memudahkan saya untuk mengembangkan proyek-proyek di Indonesia.” Tommy mengaku merasa lega setelah melaporkan hartanya.

”Awalnya sempat ada keraguan, namun bisa ditepis setelah ada penjelasan dari Ditjen Pajak,” ucap Tommy yang memiliki berbagai lini usaha seperti pertambangan, properti, dan perkebunan. Ia juga mempunya beberapa usaha di bidang transportasi kapal yang fokus pada bisnis angkutan minyak dan gas melalui PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.

Dibutuhkan

Sebelum Tommy, sejumlah pengusaha kakap seperti Sofjan Wanandi, James Riady, Garibaldy Thohir, dan Erick Thohir telah ambil bagian dalam program amnesti pajak. Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menilai keikutsertaan pengusaha-pengusaha besar menandakan program ini sangat dibutuhkan. ”Nanti akan ada lagi. Mudahmudahan terealisasi dalam duatiga hari ini,” harapnya.

Ken memperkirakan uang tebusan sampai 30 September 2016 atau seiring dengan berakhirnya periode pertama amnesti pajak dengan tarif tebusan 2% bisa mencapai Rp 45 triliun. Hingga Maret 2017, ditargetkan terkumpul dana Rp 165 triliun. Jumlah Rp 21,2 triliun yang terkumpul hingga kemarin itu meliputi uang tebusan dan uang pembayaran tunggakan wajib pajak yang mengikuti tax amnesty. Ken juga mengklarifikasi dua isu yang dianggap meresahkan masyarakat.

Pertama, soal aturan tarif tebusan 0,5%bagi wajib pajak dengan total aset di bawah Rp 10 miliar. ”Itu tidak benar. Yang punya aset Rp 10 miliar tapi penghasilan lebih dari Rp 4,8 miliar ya tarifnya 2%. Kalau di bawah Rp 10 miliar, penghasilan di bawah Rp 4,8 miliar itu UMKM, tarifnya 0,5%,” paparnya.

Isu kedua adalah terkait dengan perpanjangan tax amnesty tahap pertama, yang semula berakhir September menjadi Desember 2016. ”Kita masih berjalan sesuai UU. Masa periode awal adalah sampai September,” tandasnya.

Sumber: SUARA MERDEKA

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: