Aliran Dana Repatriasi Belum Deras

Hasil gambar untuk dana repatriasiJAKARTA – Aliran dana repatriasi dari hasil kebijakan pengampunan pajak sampai saat ini masih lambat bertumbuh. Sejak resmi berjalan pada 18 Juli 2016, dana-dana itu belum cukup signifikan masuk ke perbankan untuk kemudian diinvestasikan kembali ke pelbagai instrumen keuangan di Tanah Air.

Jika mengutip data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) kemarin, tercatat hingga 19 September 2016, berdasarkan SPH harta yang direpatriasi baru sebanyak Rp 24,84 triliun. Angka ini tentu masih jauh dari total target awal yang diperkirkan pemerintah sebesar Rp 1.000 triliun.

Salah satu bank penerima dana repatriasi adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Manajemen emiten bersandi saham BBRI tersebut menyatakan, hingga 16 September 2016, dana repatriasi yang masuk lewat BRI tercatat sebesar Rp 846 miliar. Jumlah tersebut berasal dari 31 wajib pajak yang mendeklarasikan hartanya.

Sementara, nilai uang tebusan pengampunan pajak yang masuk via BRI mencapai Rp 311 miliar, berasal dari 5.900 wajib pajak.

Dana repatriasi tersebut, kata Haru Koesmahargyo, sudah ditempatkan pada rekening giro khusus amnesti pajak. Sementara “Uang Tebusannya sudah disetokan ke Ditjen Pajak,” kata Haru kepada KONTAN, Minggu (18/9).

Sebelumnya, BRI telah menargetkan selama program pengampunan pajak yang berlangsung hingga 31 Maret 2017 mendatang, mereka bisa menampung dana repatriasi sebanyak Rp 60 trilun.

Beragam produk sudah disiapkan BRI, seperti deposito, tabungan multi currency, obgliasi, medium term notes (MTN), negotiable certificate of deposit (NCD), transaksi valuta asing, produk dana pensiun lembaga keuangan, bancassurance, reksadana, dan lainnya.

Sepi setoran

Sementara Bank Central Asia (BCA) sudah mengumpulkan uang tebusan pengampunan pajak senilai Rp 8,7 triliun per 16 September 2016. Namun berapa jumlah dana repatriasi yang masuk, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja belum bisa mengkalkulasi. Termasuk kemana penempatan dananya. “Kami belum hitung secara pasti berubah jumlahnya,” kata Jahja, Senin (19/9).

Jahja menegaskan, soal penempatan dana repatirasi, merupakan hal yang confidential alias bersifat rahasia. Terkait jumlah dana repatriasi, secara pasti BCA baru akan menghitung pada Desember mendatang.

Namun ada juga perbankan yang hingga saat ini belum mendapat limpahan dana repatriasi dari wajib pajak. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), sebagai contoh. Menurut Handayani, Direktur BTN, hingga kini belum ada dana repatriasi yang masuk ke BTN.

Namun soal uang tebusan, kata Handayani, setidaknya sudah terkumpul dana sebanyak RP 2,44 triliun yang dibayar oleh 511 wajib pajak.

Senasib, Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi mengungkapkan pihaknya hingga saat ini juga belum menerima aliran dana repatriasi. Sedangkan nilai uang tebusan belum seberapa. “Minggu lalu dana tebusan yang masuk senilai Rp 100 miliar,” tutur Glen kepada KONTAN, Minggu (18/09).

Mengenai target penerimaan sebagai bank penampung dana amnesti pajak, Bank Bukopin menargetkan potensi penerimaan dana senilai Rp 20 triliun.

Penulis: Marshall Sautlan, Galvan Yudistira

Sumber: Harian Kontan 20 September 2016

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: