Jumlah Bank Gateway Bertambah

56467-calendar-999172_640

JAKARTA. Sejumlah bank resmi menambah datar bank gateway setelah diputuskan oleh Kementerian Keuangan menyukseskan program amnesty pajak (tax amnesty). Mereka yang terpilih adalah PT OCBC NISP Tbk, Deutsche Bank AG dan Standard Chartered Bank Indonesia.

Kamis lalu (15/9), Kementerian Keuangan memutuskan tambahan tiga bank tersebut masuk dalam kelopmpok bank gateway dana repatriasi program amnesty pajak. Dengan demikian, jika sebelumnya ada 18 bank gateway, kini jumlahnya bertambah menjadi 21 bank gateway.

Direktur Utama OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, dengan menjadi bank gateway, pihaknya akan berperan aktif memberikan layanan kepada masyarakat. “Dalam mengelola dana repatriasi, kami mendukung upaya pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, “terang Parwati dalam keterangan resminya, Jumat (16/9).

OCBC NISP mengajak para nasabah amnesty pajak menempatkan dananya melalui berbagai instrument investasi keuangan. Beberapa instrument yang sudah disiapkan, diantaranya berupa simpanan, asuransi , investasi dan obligasi pemerintah, dan valas.

Dengan dukungan OCBC Group Singapura, Parwati mengatakan, Bank OCBC NISP akan memaksimalkan konektivitas regional yang bisa memudahkan transaksi perbankan termasuk mengakses fitur mobile banking dan internet banking.

Direktur Keuangan Standard Chartered Bank Indonesia Lea Kusumawijaya mengatakan, pihaknya melalui jajaran wealth management akan secara memaksimalkan jaringan internasional untuk memberikan layanan kepada peserta amnesty pajak. Hal ini disebabkan banyak pihak yang masih perlu mendapat pencerahan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah merekomendasikan beberapa bank untuk ikut sebagai bank gateway. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119 tahun 2016 tentang tata cara pengalihan harta wajib pajak ke dalam wilayah Republik Indonesia, terdapat sejumlah syarat agar bank bisa masuk sebaai bank gateway.

Syarat tersebut, diantaranya bank persepsi harus masuk kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan BUKU IV. Bak juga harus punya izin kegiatan penitipan, pengelolaan aset dan custodian dari OJK.

Penulis : Galvan Yudistira

Sumber : KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: