Ribuan Pekerja Terancam Otomatis Gardu Tol

880831_11171814072016_115107013

Kementerian BUMN berkeinginan penerapan GTO di seluruh gerbang tol segera direalisasikan.

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Negara (BUMN) menargetkan otomatisasi atau penerapan sistem pembayaran elektronik di seluruh gerbang tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk bisa segera diterapkan di seluruh gerbang tol akhir 2016. Jasa marga diberi waktu tiga bulan untuk merealisasikan target tersebut.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar pembayaran tol bisa lebih cepat, praktis, dan mengurangi tidak kejahatan di gardu tol. Sebab, penggunaan uang tunai tidak ada lagi.

Rini juga berharap, setelah pintu tol yang dikelola Jasa Marga terpasang seluruhnya, pintu tol yang dikelola oleh perusahaan lain bisa segera mengikuti. “Saya ingin seluruh jalan tol yang tidak hanya dikelola oleh jasa marga bisa menerapkan e-toll,” kata Rini, belum lama ini.

Keinginan Menteri BUMN itu sontak membuat pekerja jalan tol tercenggang. Pasalnya, mereka bakal kehilangan pekerjaan.

Tak heran jika Aliansi Pekerja Jalan Tol Seluruh Indonesia (APJATSI) dan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) menolak rencana tersebut. Menurut mereka, rencana tersebut bakal berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara missal. “Ada 20.000 pekerja di jalan tol,” kata Mirah Sumirat Ketua ASPEK, selasa (27/9).

Menurutnya, kebijakan ini hanya akan menguntungkan perbankan yang mengeluarkan uang elektronik. Sedangkan para pekerja dan keluarganya akan kehilangan pendapatan.

Sabda Pranawa Djati, Sekretaris Jenderal ASPEK menambahkan, selain PHK missal, rencana ini juga merugikan masyarakat pengguna jalan tol. Sebab sebagai konsumen, tidak ada lagi pilihan metode pembayaran jalan tol, apakah tunai atau non tunai.

Terkait ini, Jasa Marga mengaku belum bisa memberikan tanggapan. “Mohon maaf, soal ini kami belum bisa memberikan tanggapan,” ujar Dwimawan Heru, Kepala Humas PT Jasa Marga.

Yang jelas, kata Heru, sampai akhir 2016 nanti, Jasa Marga baru bisa merealisasikan 50% pemasangan gardu pembayaran elektronik atau gardu tol otomatis (GTO) dari total 1.022 gardu yang dimiliki Jasa Marga. Sedangkan, sampai September 2016 ini, gardu pembayaran elektronik jumlahnya sudah ada 400 gardu atau 39,1% dari total gardu.

Sebelumnya Heru mengatakan bahwa target Jasa Marga mengganti gerbang tol 100% menggunakan pembayaran elektronik baru di2018, sesuai program kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR).

Sumber: http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: