Pesta rekor bersama amnesti pajak

Hasil gambar untuk amnesti pajak

JAKARTA. Pasar saham domestik masih punya banyak amunisi untuk melaju. Salah satunya adalah program amnesti pajak. Pada Jumat (30/9) akhir pekan lalu, tepat di akhir periode pertama amnesti pajak, realisasinya cukup mencengangkan. Penerimaan negara menembus Rp 97 triliun.

Sejumlah analis yang dihubungi KONTAN menilai, realisasi amnesti pajak berpotensi mendorong IHSG. Moncernya penerimaan negara bisa mengerek belanja pemerintah, sehingga ekonomi bergerak. Imbasnya: kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi Indonesia meningkat. Ini bisa menyuntik bursa saham.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo bilang, efek amnesti pajak mulai terasa sejak beberapa bulan lalu. Indikasinya, aliran dana asing masuk pasar modal cukup deras. Sejak awal tahun hingga Jumat lalu atau year-to-date (ytd), investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 34,45 triliun.

Di periode sama tahun lalu, asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 13,13 triliun.

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menilai, secara tak langsung realisasi amnesti pajak bisa menjadi sentimen positif bagi pasar modal. Pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,24% menjadi 5.364,80. Namun sepanjang tahun ini, indeks saham sudah menanjak 17%.

Kinerja IHSG adalah yang terbaik di Asia Pasifik. Tapi, Teguh mengingatkan, efek amnesti pajak tidak serta-merta mendorong IHSG secara signifikan. Ada faktor lain yang mempengaruhi pasar. Salah satunya pengumuman kinerja keuangan emiten di kuartal III-2016, yang bakal dirilis Oktober ini.

Sejumlah pelaku pasar masih pesimistis melihat kinerja emiten. “Ini bisa jadi penghambat laju indeks saham,” ungkap Teguh.

Sedangkan faktor global yang mempengaruhi IHSG adalah pemilihan umum Presiden Amerika Serikat. Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menilai, setelah AS memilih orang nomor satu, bakal banyak kebijakan bergulir, termasuk soal Fed Fund Rate.

Hingga pemilu, praktis tak banyak kebijakan AS yang mempengaruhi pasar secara signifikan. William memprediksi sampai akhir tahun ini, IHSG berpotensi menanjak ke 5.800. Tahun depan, IHSG berpotensi menembus 6.138.

Sementara Teguh menganalisa IHSG di akhir tahun ini tak akan jauh dari level 5.400 hingga 5.500. Adapun Satrio memprediksi hingga akhir tahun ini IHSG akan berada di 5.800 dan menembus 6.300 semester satu tahun depan.

Sumber : Harian Kontan

Penulis: Emir Yanwardhana

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: