Sedikit UMKM Ikut Tax Amnesty, Petugas Pajak Diminta Jemput Bola

7de66-tax2bamnesty2b2

Jakarta – Partisipasi UMKM dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty masih rendah. Petugas pajak diminta untuk menjemput bola dan sosialisasi lagi.

“Mereka harus disosialisasikan karena mereka nggak ngerti, petugas pajaknya harus mendatangi mereka (jemput bola atau sosialisasi lagi),” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, kepada detikFinance, Senin (3/10/2016).

Menurut Hariyadi, wajib pajak UMKM memiliki banyak potensi sehingga harus dikejar juga oleh pemerintah. Namun, meski banyak wajib pajak jenis UMKM yang masuk, diperkirakan dana yang masuk sedikit karena tarifnya flat hingga akhir periode tax amnesty.

“Jumlahnya besar UMKM, BPS (Badan Pusat Statistik) bilang jumlah total usaha di Indonesia itu 90%, jadi potensinya banyak, tapi kecil-kecil uangnya nggak kayak di periode I,” kata Hariyadi.

“UMKM kenapa masih berpotensi karena mereka yang mulai 1 Juli sampai 31 Maret mereka santai-santai saja begitu. Mereka tidak terlalu terburu-buru,” imbuhnya.

Untuk tax amnesty bagi UMKM, pelaku usaha yang melaporkan nilai harta (beromzet) sampai dengan Rp 10 miliar maka akan dikenakan tarif tebusan pajak sebesar 0,5%. Sedangkan, bagi pelaku usaha yang melaporkan harta lebih dari Rp 10 miliar akan dikenakan tarif tebusan 2%.

Menurut Hariyadi, masyarakat pada umumnya belum begitu mengerti tentang siapa yang berwajib mengikuti tax amnesty. Dengan demikian, petugas pajak disarankan secara aktif mendatangi UMKM secara langsung untuk mensosialisasikan ke pengusaha (datang atau jemput bola).

“Wajib pajak masyarakat umum banyak yang nggak ngerti, itu mereka mikirnya itu untuk pengusaha besar. Tapi tax amnesty itu kan untuk semua wajib pajak yang mampu,” ujar Hariyadi.

Ia mencontohkan, pengusaha besar akan sangat antusias bahkan bisa langsung datang ke petugas pajak untuk berkonsultasi. Akan tetapi, berbeda dengan UMKM karena sehari-hari pelaku usaha kecil menengah ini kurang informasi.

“Pengusaha kecil itu nggak banyak yang tahu, beda dengan pengusaha besar yang mencari tahu sendiri. Hari-hari mereka sibuk di pasar, jadi harus didatangi,” ujar Hariyadi.

Sumber: DETIK

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: