UMKM Makin Banyak di Periode II Tax Amnesty, Pengusaha: Tolong Dipermudah

fd506-tax2bamnesty

Jakarta – Periode pertama tax amnesty dinilai sukses, salah satunya karena uang tebusan yang masuk sebesar Rp 97,2 triliun atau lebih dari 50% target Rp 165 triliun hingga 31 Maret 2017. Di periode wajib pajak UMKM diajak untuk mengikuti tax amnesty, karena UMKM diberikan tarif yang flat hingga akhir periode tax amnesty.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, Suryani Motik mengatakan ada banyak UMKM yang telah mengikuti tax amnesty periode pertama jika dilihat dari deklarasi harta dalam negeri. Namun, ia berpesan agar petugas pajak dalam sosialisasi ke pengusaha UMKM jangan terkesan menakut-nakuti, berikan lah edukasi agar mereka mengerti.

“Edukasi misalnya ngumpulin UMKM kenapa pajak perlu, yang kedua di permudah terus formulirnya. Jangan disamakan formulirnya untuk UMKM dengan yang besar karena masih bingung gitu, agak sulit ngisinya, coba dipermudah deh untuk UMKM,” ujar Suryani, usai bertemu Menperin, di Kemenperin, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).

Bahkan ada beberapa wajib pajak jenis UMKM yang cenderung tidak mau ‘naik kelas’ di mana omsetnya tidak mencapai Rp 4,8 milar. Menurut Suryani hal itu karena masyarakat jadi bingung dan sukar mengikuti tax amnesty karena ketidaktahuan UMKM.

“Makanya kenapa kalau Rp 4,8 miliar kan mesti setoran, makanya UMKM itu menjaga agar salesnya itu tidak lebih dari Rp 4,8 miliar supaya bayar kurang dari 1% (0,5%) aja deh nggak pusing daripada 2%. Nah itu kan indikasi bahwa sistem pelaporannya yang masih rumit, ruwet,” ujar Suryani.

Menurutnya formulir untuk wajib pajak UMKM ini harus dibuat sederhana karena membingungkan, ia akan bertemu dengan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi terkait masalah ini. Hal itu karena selama ini para wajib pajak takut didenda 200% jika tidak mengikuti tax amnesty.

“Pembukuan memang perlu, pendekatan harus edukatif lah ya bukannya nakut-nakutin, selama ini ada yang ketakutan ancaman 200% denda itu,” kata Suryani.

Menurutnya, jika UMKM diedukasi dengan bagus dan baik bisa berpotensi menambah penerimaan negara. Jika UMKM membayar pajak, bila ingin meminjam ke bank juga akan lebih mudah.

“Ya dong, UMKM itu dia edukasi bagus, kalau dia UMKM baik, dia lapor, dia bayar pajak kalau mau pinjaman ke bank kan juga lihat mana bukti setoran pajaknya 3 tahun terakhir kan itu diperiksa,” ujar Suryani.

Dalam periode II dan III ini menurutnya masih akan ada beberapa UMKM lagi yang mengikuti tax amnesty.

“Iya kayanya masih ada kita lihat nanti, nanti di dorong lagi di periode II sih udh banyak ya kan lihat wajah-wajah yang pertama kali berurusan dengan pajak banyak,” kata Suryani.

Sumber : DETIK

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: