Ikut Tax Amnesty Periode I Tapi Tak Lapor Bukti Bayar Tebusan, Ini Akibatnya

32032-pengertian2btax2bamnesty

Jakarta – Periode pertama tax amnesty berakhir pada Jumat, (30/9/2016) dengan tarif tebusan untuk wajib pajak sebesar 2%. Kini periode kedua tengah berlangsung sejak Sabtu (1/10/2016) sampai Sabtu (31/12/2016) dengan tarif tebusan 3%.

Namun, masih ada wajib pajak yang datang untuk mengurus administrasi pembayaran tebusan di periode pertama.

“Saya waktu tanggal 22 September kemarin kan sudah bayar 2%, sudah 2 kali bolak balik ke DJP, pada pukul 07.00 WIB nomor antrean telah mencapai 800, wah saya tidak bisa sering-sering cuti. Ada tanggung jawab ke kantor untuk masuk akhirnya saya kembali hari ini karena sepi,” ujar seorang pria yang tak mau disebutkan namanya, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Karyawan swasta itu datang ke kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak dengan membawa bukti pembayaran tebusan 2%. Dia datang untuk mengurus administrasi pembayaran itu karena mendengar informasi bisa mengikuti tax amnesty periode pertama dengan membayar 2% terlebih dahulu, baru setelah itu melengkapi administrasinya.

“Saya dengar di media Bu Menkeu (Menteri Keuangan) bilang bisa bayar 2% dulu baru administrasinya dilengkapi belakangan, tapi nyatanya harus bawa dokumen dan uang tebusan 2% sebelum tanggal 30 itu kemarin. Kalau ada yang kurang bisa diurus nanti asal dokumennya telah masuk tanggal 30 kemarin, akhirnya saya disuruh perbaiki lagi untuk bayar 1% lagi,” ujar pria tersebut.

Pria tersebut mengaku tidak tahu aturan teknis seperti yang disebutkan petugas. Kini, ia harus membayar uang tebusan 1% lagi supaya menjadi 3% sehingga syaratnya lengkap.

Ia mengaku terpaksa membayar 1% lagi untuk mengikuti tax amnesty. Serta dia juga harus melakukan izin cuti ke kantornya sehingga ia merasa rugi secara waktu.

“Bukan berarti saya tidak mau bayar 3%, saya merasa di rugikan harus terpaksa bayar 3% karena saya ke sini tidak terlayani karena harus membetulkan dokumen dan uang tebusan. Jadi kalau sudah 3%, mau minggu depan saya balik lagi ya nggak masalah kan sampai Desember,” kata pria tersebut.

Pria tersebut mengikuti tax amnesty sebagai wajib pajak orang pribadi. Ia menggunakan NPWP asal Medan sehingga harus mengurus di kantor pajak tertentu yang melayani NPWP dari seluruh daerah di Indonesia.

“Saya tinggal di Jakarta Barat, NWPW saya asal Medan jadi mau tidak mau harus ke sini mengurusnya,” kata pria tersebut.

Salah satu petugas pajak yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan, seharusnya sebelum tanggal 30 September kemarin wajib pajak memberikan dokumen persyaratan sekaligus uang tebusan. Dokumen yang harus dibawa adalah SPH, daftar utang, daftar harta, dan uang tebusan 2% paling lambat di akhir periode I kemarin untuk mendapatkan surat tanda terima sementara, baru setelah itu jika ada administrasi yang kurang bisa diurus kembali.

“Maksudnya bisa diurus belakangan asal mendapatkan tanda terima sementara. Sebelumnya dia harus bawa SPH, daftar utang, daftar harta, dan uang tebusan ke kantor pajak. Kalau ada yang kurang nggak apa-apa diurusnya, asal setelah mendapatkan tanda sementara,” kata petugas pajak itu.

“Baru setelah mendapatkan surat tanda terima sementara, yang kurang-kurang dilengkapi lagi boleh setelah tanggal 30 September,” ujar petugas pajak itu.

Singkat cerita, wajib pajak tersebut akhirnya bersedia membayar tambahan tebusan 1% sehingga sesuai ketentuan pembayaran tebusan periode kedua tax amnesty yaitu 3%.

“Dia mau kok ikut program kedua. Di sistem kami program pertama terkunci nggak bisa ikut program satu lagi, jadi harus melengkapi lagi untuk periode dua,” kata petugas itu.

Sumber : DETIK

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: