Pengamat: Tax Amnesty Modal Pertumbuhan Ekonomi 2017

c4051-tax_law2balakazam123

JAKARTA – Momentum keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty menjadi angin segar yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 lebih tinggi. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi A Tony Prasetiantono.

Dia mengatakan ekonomi Indonesia pada 2017 bisa tumbuh 5,5%, lebih tinggi dari proyeksi pemerintah maupun Bank Dunia sebesar 5,3%. Salah satu pemacu utama optimisme adalah pencapaian program tax amnesty.

“Semula saya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2017 cuma 5,2% karena sebelumnya saya juga enggak mengira tax amnesty bisa mencapai angka fantastis, perkiraan saya (dana tebusan) cuma Rp60 triliun. Tapi, dengan kesuksesan tax amnesty akan menambah mesin pertumbuhan di 2017,” ujarnya, dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2016 yang digelar BCA bekerja sama KORAN SINDO di Ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Tony menganalisa setidaknya terdapat empat faktor yang akan berperan mendorong pertumbuhan ekonomi 2017. Dari sisi fiskal, APBN 2017 akan lebih ekspansif dengan masuknya tambahan penerimaan pajak sebagai dampak dari pelaksanaan tax amnesty.

Tony juga berhitung jika dana repatriasi bisa mencapai Rp500 triliun, maka akan ada dana masuk sekitar USD30-40 miliar, sehingga akan menambah cadangan devisa Indonesia menjadi sekitar USD150 miliar. Efeknya, rupiah bisa menguat ke level Rp12.500/USD. Faktor lainnya adalah membaiknya harga komoditas seperti sawit dan batubara, serta penurunan suku bunga karena likuiditas perbankan sudah banyak.

“Jadi, modalnya fiskal atau APBN-nya ekspansif, rupiahnya stabil, harga komoditas mulai membaik, plus suku bunga turun, mulai ada konfiden dari Tax Amnesty, saya kira bank-bank akan mulai ekspansi kredit. Empat hal ini yang membuat saya berpikir tahun depan rasanya (pertumbuhan ekonomi) 5,5% pasti lewat lah,” ucap Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk itu.

Tony menambahkan, faktor leadership tak dimungkiri sangat berperan pada keberhasilan Tax Amnesty. Menurutnya, baik presiden Joko Widodo maupun Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki leadership yang baik dan mampu menjadi marketer sehingga timbul kepercayaan.

“Jadi, ini repatriasi karena trust, beda kalau repatriasi karena takut. Ditambah lagi pemerintah juga menawarkan penalty yang menarik, 2% itu masuk akal. Di sisi lain memang enggak ada pilihan karena mulai 2018 semua data perbankan akan bisa dibuka secara internasional. Enggak ada lagi tempat untuk sembunyi di dunia ini di era saat ini,” tandasnya.

Sumber: SINDONEWS

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: