Amnesti Pajak Jemput Bola ke Pasar dan Mal

Hasil gambar untuk amnesti jemput bola ke mal dan pasar

Untuk mengejar para UMKM, Ditjen Pajak akan menempatkan pegawainya di pasar dan mal

JAKARTA. Program amnesti pajak periode II sudah berjalan hampir satu bulan. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat ada 31.513 wajib pajak (WP) yang ikut dengan total tebusan Rp 716,3 miliar. Rinciannya, WP orang pribadi (OP) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar 19.996 WP dan non UMKM sebanyak 4.747 WP. Sedangkan WP badan UMKM sebanyak 4.439 WP dan non UMKM sejumlah 2.331 WP.

Pada periode II ini, jumlah WP UMKM lebih banyak ikut, sebab Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memang memprioritaskan pelaku UMKM. Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi bilang, untuk memaksimalkan wajib pajak UMKM, pihaknya akan memakai strategi jemput bola. “Kita akan menempatkan pegawai pajak di pusat-pusat kegiatan UKM, seperti Pasar Tanah Abang, mal-mal, dan pasar lainnya,” ujarnya, Kamis (27/10).

Ken juga memastikan akan terus melakukan sosialisasi ke pasar-pasar dan bekerjasama dengan asosiasi terkait yang membawahi UMKM, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan asosiasi lain.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menambahkan, untuk mengejar pelaku UKM agar ikut amnesti pajak, pihaknya telah menginstruksikan ke seluruh kantor wilayah pajak supaya mendekati asosiasi yang membawahi UMKM. “UMKM bisa mengikuti amnesti pajak melalui asosiasi,” ungkapnya.

Mengejar para dokter

Menurut Hestu, Ditjen Pajak sudah memberikan sejumlah kemudahan-kemudahan kepada pelaku UMKM agar ikut amnesti pajak. Selain bisa kolektif melalui asosiasi, pelaku UMKM juga bisa mengisi Surat Pernyataan Harta (SPH) secara manual atau tulis tangan dan juga tidak diwajibkan menyampaikan soft copy persyaratan selama jumlah hartanya di bawah 20 item.

Selain mengejar UMKM, pada periode II amnesti pajak ini, Ditjen Pajak juga mengejar kelompok profesi. Menurut Hestu, ada dua kelompok profesi yang memiliki potensi besar mengikuti amnesti pajak, yaitu dokter dan profesi yang bergerak di pertambangan. Sebab dari 177.588 dokter, saat ini baru 7.125 yang mengikuti amnesti pajak.

Sementara itu, pelaku mineral dan batubara yang terdiri komisaris, direktur utama, dan pemegang saham perusahaan tambang, dari 6.001 WP, baru ada 967 WP yang ikut amnesti pajak. Dan di sektor minyak dan gas, dari 1.114 WP, baru 68 WP yang ikut amnesti pajak. “Kita akan sosialisasi ke asosiasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), asosiasi pengacara, dan asosiasi artis,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah lebih masif menyosialisasikan program amnesti pajak lewat media. Sebab merujuk survei Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC), 70% responden tidak pernah mendengar amnesti pajak.

Sumber : Harian Kontan 28 Oktober 2016

Penulis : Adinda Ade Mustami, Hasyim Ashari

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: