Mengenal Tax Amnesty dalam Properti

47

Amnesti pajak adalah pengampunan atau pengurangan pajak properti yang akan diatur dalam UU Pengampunan Nasional. Dalam draft UU itu disebutkan bahwa pengampunan pajak adalah penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan, serta sanksi pidana tertentu dengan membayar uang tebusan. Obyek pengampunan pajak bukan hanya harta yang disimpan di luar negeri, tapi juga di dalam negeri yang tidak dilaporkan secara benar.

Wajib pajak yang berhak menerima fasilitas penghapusan pajak terutang, sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh surat keputusan pengampunan nasional. Selain itu, terhadap wajib pajak tidak dilakukan penagihan pajak dengan surat paksa, pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan dan penuntutan tindak pidana di bidang perpajakan atas kewajiban perpajakan dalam masa pajak sebelum undang-undang ini berlaku. Dalam hal wajib pajak peserta amnesti pajak sedang dilakukan pemeriksaan pajak atau pemeriksaan bukti permulaan sebelum UU ini berlaku, pemeriksaan harus dihentikan.

 Kebijakan Tax Amnesty

Terdapat kebijakan amnesti berbeda dalam tiga periode. Wajib pajak akan dikenakan pembayaran tarif sebesar tiga persen dari nilai harta wajib pajak bila dilaporkan pada periode pelaporan Oktober-Desember 2015. Sementara wajib pajak yang melapor pada periode Januari-Juni 2016 dikenakan tarif sebesar lima persen untuk periode Januari-Juni 2016 dan delapan persen untuk periode Juli-Desember 2016.

Manfaat Tax Amnesty

  1. Bagi Pemerintah

Penerapan pengampunan pajak akan menghasilkan tambahan penerimaan baru, dan tambahan itu diperkirakan efektif untuk memperkecil kekurangan penerimaan negara. Selama ini tercatat ada potensi dana karena adanya wajib pajak yang tidak membayar pajak di Indonesia. Jumlahnya mencapai lebih Rp4.000 triliun. Sebagian besar dananya berada di luar negeri hingga Rp2.700 triliun sedangkan domestik Rp1.400 triliun. Penerapan tax amnesty otomatis menarik dana yang berada di luar negeri ke Indonesia sehingga tercatat sebagai sumber pajak baru.

Pemerintah mengasumsikan penerimaan dari amnesti pajak sebesar Rp60 triliun dalam APBN 2016. Angka ini diperoleh dari tarif tebusan 3 persen dari dana yang masuk sekitar Rp2.000 triliun. Dalam APBN 2016, penerimaan pajak dipatok Rp1.348,4 triliun. Sedangkan untuk tahun ini, dari target Rp 1.295 triliun, realisasinya baru 60 persen.

  1. Bagi Pengembang

Adanya amnesti pajak memicu pertumbuhan sektor properti di tahun depan. Kebijakan terkait pajak menjadi indikator kebangkitan bisnis properti di Indonesia. Amnesti pajak diyakini sangat berpengaruh bagi pengembang untuk bisa terus berhubungan dengan para investor. Pasalnya, selama ini para investor enggan menanamkan modal mereka di Indonesia karena pajak properti yang terlalu tinggi.

  1. Bagi Investor

Penurunan atau pengampunan pajak ini bukan hanya disambut baik oleh pengembang dan pemerintah, baik investor sendiri, amnesti pajak ini memberi keuntungan untuk berbisnis. Adanya tax amnesty mampu membuat konsumen dan investor lebih berani lagi membeli properti. Sehingga membeli properti bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti.

  1. Berkaca Dari Negara Lain

Penerapan amnesti pajak properti rupanya sudah pernah diterapkan oleh Indonesia di tahun 1984 dan 2004 namun gagal dan tak menarik lantaran kurangnya dukungan penegak hukum. Di beberapa negara penerapan amnesti pajak telah berlaku. Misalnya, Afrika Selatan yang sukses menerapkan amnesti pajak karena tarif tebusan yang rendah, yakni sekitar 0,5-1 persen. Negara lain yang pernah menerapkan tax amnesty adalah Italia, India dan Brazil. Ketiga negara tersebut menerapkan tax amnesty di saat negara kekurangan duit. Dan mereka berhasil memulihkan ekonomi negaranya karena pemberlakuan tax amnesty.

Sumber: Okezone

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: