Rezeki Tax Amnesty

Menjelang libur lebaran dua pekan lalu, bursa saham dalam negeri tetap tampak ramai. Kalau biasanya menjelang libur lebaran banyak investor yang mulai menarik dana dari bursa, tahun ini yang terjadi kebalikannya. Malah, investor asing juga tidak ketinggalan ikut meramaikan bursa saham menjelang libur lebaran lalu.

Pada perdagangan hari Kamis dua pekan lalu (30/6), investor asing mencatatkan posisi beli bersih sebesar Rp 1,74 triliun. Sehari sebelumnya, investor asing juga mencetak beli bersih sebesar Rp 1,73 triliun. Selama empat hari pertama perdagangan pekan tersebut, investor asing membukukan beli bersih dengan total nilai sebesar Rp 4,94 triliun. Mantap, kan?

Sentimen positif memang tengah berbalik ke dalam negeri. Tak heran bila investor asing mulai berani kembali menanamkan dana di instrumen investasi Indonesia, yang dianggap berisiko tinggi. Selam bulan Juni lalu, asing mencetakkan beli bersih sebesar Rp 8,81 triliun.

Karena itu, tak heran bila indeks saham kembali melesat. Pada penutupan perdagangan Kamis dua pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali menembus level 5.000 dan ditutup di 5.016,65. IHSG sempat mencapai 5.033,20.

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, ada peluang modal asing bakal tetap mengalir ke pasar modal. “Jika posisi net buy asing bisa terjaga di atas Rp 1,5 triliun pasca libur panjang, maka IHSG berpotensi meneruskan penguatan pada pekan ini,” kata Satrio.

Apa sih, yang membuat indeks saham dalam negeri hijau bersemi? Salah satu faktor yang mendorong penguatan IHSG adalah hasil referendum yang memutuskan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau istilah bekennya Brexit. Pasca hasil referendum diumumkan, di mana ternyata mayoritas masyarkat Inggris memilih keluar dari Uni Eropa, investor mulai menyesuaikan portofolio.

Investor kembali masuk ke emerging market lantaran aset dalam dollar AS juga kurang menarik, terlihat dari data ekonomi AS yang masih kurang oke. Selain itu, hasil referendum Brexit diperkirakan bakal mempengaruhi kebijakan moneter AS. Bank Sentral AS diyakini tidak bakal  tergesa-gesa menaikkan suku bunga.

Pasca pengumuman referendum Inggris 23 Juni lalu, kontrak futures Fed fund rate menunjukkan pasar ragu Fed bakal menaikkan bunga tahun ini. Probabilitas The Federal Reserve menaikkan suku bunga turun dari sebelumnya 50% menjadi 12%.

Tambah lagi, pengumuman hasil referendum juga mengurangi ketidakpastian yang terjadi di pasar. “Sebelumnya sepanjang semester satu lalu pasar harap-harap cemas, tapi kini kita bisa jadi lebih optimistis,” kata Krishna Dwi Setiawan, Equity Capital Market Services Lautandhana Securindo.

Ekonomi tumbuh

Tapi sentimen positif yang dianggap paling kuat mengangkat IHSG adalah berita pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau tax amnesty oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dua pekan lalu, beleid yang sudah lama ditunggu-tunggu ini akhirnya disahkan. Beleid ini mulai berlaku bulan ini.

Pemberlakuan undang-undang tersebut membuat banyak pihak menjadi makin optimistis melihat prospek ekonomi dalam negeri. Bank Indonesia (BI) menyakini pemberlakuan kebijakan pengampunan pajak akan mampu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5,2%-5,3%. Sebelumnya, BI sempat memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini ada di batas bawah, yakni 5%-5,2%.

Kebijakan tax amnesty ini diprediksi juga bakal membuat pasar modal dalam negeri semakin ramai. Maklum saja, dana yang kembali pulan ke dalam negeri diperkirakan juga bakal mengalir ke pasar modal. “Dampaknya langsung terasa apabila dana hasil tax amnesty diinvestasikan di pasar modal,” kata Krishna.

Alhasil, para analis pun semakin optimistis melihat prospek IHSG tahun ini. “Hanya dalam waktu singkat IHSG bisa kembali ke level 5.000 lagi, jadi akhir tahun saya optimistis IHSG bisa mencapai level tertinggi sebelumnya di 5.524,” kata William Surya Wijaya, Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities.

Bahkan untuk prediksi konservatif, William menghitung IHSG bisa menyentuh 5.100 di akhir tahun. Sedang prediksi moderat di 5.300.

Krishna juga menilai investor saat ini semakin optimistis. “Jadi kami belum mengubah target di 5.400, dan target bawah di 4.850,” kata dia.

Satrio memprediksi pergerakan IHSG bisa mencapai kisaran 5.400-5.500 di akhir tahun ini. Ini dengan catatan tidak ada sentimen negatif yang signifikan, tax amnesty berjalan lancar dan ekonomi tumbuh sesuai target.

Sepekan ke depan, IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.950-5.150. Waspadai potensi aksi profit taking bila IHSG sudah naik cukup tinggi.

Nah, bagi Anda, selamat menikmati rezeki dari tax amnesty.

Penulis: Melati Amaya Dori, Fransisca Bertha Vistika, Harris Hadinata

Sumber: Tabloid Kontan

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: