Deklarasi aset, sebuah tantangan

Selama sepekan lalu, IHSG masih terus menunjukkan kekuatannya. Malahan IHSG kembali mencetak rekor di pekan lalu. Pekan ini, IHSG akan menguji kekuatan tax amnesty dan kebijakan tim ekonomi pemerintahan Joko Widodo.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus menunjukkan keperkasaannya. Selama sepekan kemarin, indeks terus mencatatkan kinerja positif.

Pada perdagangan Kamis (4/8) pekan lalu, indeks ditutup naik 0,41 % atau 21,985 poin ke 5.373,863. Ini merupakan rekor level tertinggi selama setahun. Jika dihitung sejak awal tahun, indeks saham sudah mencetak kenaikan sebesar 17%.

Khrisna Dwi Setiawan, analis Lauthanda Securindo, mengatakan, meski sempat berada pada level tertinggi ada kemungkinan kenaikan IHSG akan mandek. Hal ini karena pasar masih menunggu laporan keuangan beberapa emiten yang belum dirilis.

Para investor masih menunggu dan belum mengambil posisi yang besar. Menurut Khrisna, pekan kemarin memang berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya Beberapa sentimen positif menyokong IHSG pasca pemberlakuan tax amnesty dan reshuffle kabinet

Pekan ini, pergerakan indeks saham akan tergantung pada pengumuman pertumbuhan ekonomi dalam negeri. “Pasar sedang harap-harap cemas,” kata Khrisna. Jika ternyata pertumbuhan ekonomi sepanjang enam bulan pertama tahun ini tidak sesuai harapan, maka IHSG berpotensi mengalami koreksi. Sebaliknya, jika pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia membaik, maka koreksi tidak akan terjadi.

Sekadar info, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5% di semester satu. Artinya, pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2016 akan lebih dari 5%. Sedang konsensus pengamat memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2016 mencapai 4,94%, sedikit lebih baik dari pertumbuhan di kuartal I I 2016 sebesar 4,92%. “Jika hasilnya lebih tinggi, meski sedikit, kenaikan itu cukup menjadi modal pendorong IHSG.” kata Khrisna.

Apalagi, menurut analis Danareksa SEKURITAS Lucky Bayu Purnomo, euforia tax amnesty dan perombakan kabinet di bidang ekonomi sudah selesai. Kini, pasar menantikan realisasi dari kebijakan pengampunan pajak dan kiprah kabinet baru.

Misalnya untuk tax amnesty, pasar akan gerah bila kebijakan pengampunan psyak tidak ada realisasinya. Pemerintah harus mampu memberi perkembangan yang cepat dan signifikan dari ke-bijakan tersebut. “Pemerintah harus membeberkan berapa

uang yang sudah masuk dan berapa jumlah wajib pajaknya,” ujar Lucky.

Saat ini, pasar mulai cemas jika kebijakan amnesti pajak tidak memberi hasil yang diharapkan. Pasar juga tengah menanti gebrakan apa saja yang akan dilakukan tim ekonomi hasil perombakan kabinet.

Data tenaga kerja AS

Lucky melihat Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bisa meyakinkan pasar bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif. “Jika tidak ada langkah strategis maka pasar akan kembali pesimistis,” ujarnya

Pelaku pasar juga tengah menanti pembahasan RAPBN 2017. Ini menjadi salah satu tes terdekat untuk melihat potensi Sri Mulyani.

Khrisna menuturkan, pada dasarnya saat ini optimisme investor terhadap program tax amnesty masih cukup bagus. Hal ini terlihat dari aliran dana asing yang masih masuk. “Sampai saat ini pasar masih percaya tax amnesty akan sukses, tapi tetap saja harus melihat realisasinya sampai Maret tahun depan,” kata Khrisna.

Pekan lalu, asing kembali mencatatkan posisi beli bersih dengan nilai yang cukup besar. Dalam kurun waktu empat hari pertama perdagangan saham pekan lalu, investor asing membukukan beli bersih Rp 6,15 tri-

liun. Investor asing bahkan sempat membukukan net buy Rp 2,92 triliun pada perdagangan Selasa (2/8).

Sedangkan dari luar negeri, pasar akan memperhatikan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Jumat (5/8). Konsensus ekonom memprediksi jumlah lapangan kerja di luar sektor pertanian cuma naik 180.000 pada Juli, turun dari 287.000 bulan Juni. Cuma, tingkat pengangguran diperkirakan turun tipis dari 4,9% menjadi 4,8%.

Khrisna menyebut, jika hasil data tenaga kerja AS tidak terlalu bagus, hal ini akan memberi sentimen positif untuk nilai tukar rupiali. Ujung-ujungnya, IHSG juga bakal ketiban sentimen positif. Apalagi, data tenaga kerja yang kurang baik bisa membuat bank sentral AS kembali menunda rencana kenaikan suku bunga Dus, aliran dana investor asing ke pasar modal dalam negeri akan tetap lancar.

Pekan ini, Lucky menilai saham-saham seperti MPPA, AALI, LSPP dan UNTR masih menarik untuk dilirik. Selain itu ia merekomendasikan investor melepas saham PTBA dan ADRO, lantaran kenaikan harga kedua saham ini sudah cukup tinggi.

Khrisna memprediksi selama sepekan ke depan indeks saham akan bergerak menguat dengan kisaran pergerakan antara 5.330-5.500. Sedang Lucky memprediksi, bila kecenderungan bullish bertahan, pada akhir tahun nanti, IHSG berpotensi mencapai level 5.500 hingga 5.550.

Penulis :Lamgiat Siringoringo, Febriana Reminissere Tambunan

Sumber: KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: