Berebut Dana Repatriasi dengan Proteksi

Image result for repatriasi dana

Kebijakan pengampunan pajak alias tax amnesty terus membuahkan hasil. Pemilik aset di luar negeri mulai membawa pulang uangya ke tanah air. Direktorat Jenderal  (Ditjen) Pajak mencatat, hingga Kamis pekan lalu (25/8) pukul 17.00 WIB, total dana repatriasi tembus Rp 2,38 triliun.

Bukan cuma itu, deklarasi harta dari dalam negeri mencapai Rp 56,2 triiun dan dari luar negeri sebesar Rp 9,21 triliun. Jadi, total dana yang direpatriasi maupun yang dideklarasi sebanyak Rp 67,8 triliun.

Sementara nilai uang tebusan yang masuk ke rekening Ditjen Pajak mencapai Rp 1,38 triliun. Perinciannya: sebanyak Rp 1,08 triliun adalah uang tebusan dari wajib pajak (WP) orang pribadi non-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lalu, sebesar Rp 97,3 miliar dari WP orang pribadi UMKM, dan Rp 4,25 miliar WP badan UMKM.

Tak pelak, kebijakan amnesti pajak menarik minat sejumlah institusi jasa keuangan di tanah air untuk mencicipi gurihnya kue dana repatriasi. Salah satunya ialah industri asuransi.Maklum, berdasarkan Peraturan Menteri Kuangan (PMK) Nomor 119/PK.08/2016, pemerintah menetapkan 10 instrumen investasi sebagai penampung dana repatriasi termasuk produk-produk asuransi.

Perusahaan asuransi yang kepincut menampung dana repatriasi, misalnya PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life). Anak usaha PT Taspen ini siap menampung dana amnesti pajak apda produk asuransi besutannya. “Kami siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menampung dana repatriasipengampunan pajak,”ungkap Maryoso Sumaryono, Direktur Utaa Taspen Life.

Ada dua produk Taspen Life yang bisa dimanfaatkan WP untuk menyimpan duitnya.

Pertama, Taspen Group Endowment. Sesuai namanya, produk asuransi yang dirilis Taspen Life pada 2004 ini adalah asuransi jiwa kumpulan (grup) yang diperuntukan untuk tabungan hari tua.

Seperti produk asuransi kumpulan pada umumnya, Taspen Group Endowmentjuga memberikan manfaat asuransi kepada tertanggung saat mencapai akhir masa asuransi, atau bagi ahli warisnya jika tertanggung meninggal dunia dalam masa proteksi. Uang pertanggungan juga akan diberkan seluruhnya pada akhir kontrak, meski tertanggung masih hidup.

Untuk besaran premi dan uang pertanggungan, Maryoso bilang, peserta bisa menentukan sendiri. Yang jelas, besaran premi yang dibayar peserta per bulan tak berubah.Sementara tenorny tergantung usia masuk peserta.”Untuk kalangan pekerja, tenornya bisa sampai 56 tahun,”ungkap dia.

Imbal hasil lumayan

Kedua, Taspe Save, produk asuransi berbalut tabungan. Menurut  Maryoso, Taspe Save memberkan manfaat akumulasi premi dan pengembanganya saat tertanggung mencapai masa akhir asuransi. Atau, manfaat asuransi bila tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi. Plus, dengan akumulasi premi yang dibayar berikut pengembanganya.

Tapi, berbeda dengan Taspen Group Endowment,besaran premi Taspen Save bsa ditambah tipa ulan esuai keinginan peserta. Kelebihan produk ini daah bisa tailor made alias disesuaikan dengan keinginan peserta, apakah proteksinya yang besar atau investasinya yang besar. Dan, investasinya bisa diambil dalam masa asuransi serta dapat pelindungan asuransi kematian pada masa aktif hingga Rp 100 juta.

Cua, Maryono belum bisa menyebutkan target angka yang bisa ditarik perusahaannya dari dana repatriasi.”Kami berharap bisa meraup potensi semaksimal mungkin dari dana repatriasi, “kata Maryoso.

Tak mau kalah, PT Asuransi Jiwasraya juga mengandalkan produk dwiguna atau endowment untuk menjaring nasabah dari tax amnesty. Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya, mengatakan, karaterisktik investor amnesti pajak butuh keamanan untuk mengamankan uangnya ketimbangsebagai invetasi.

Karena itu, investor akan memilih produk asuransi yang terbilang aman. Asuransi Jiwasraya pun menjagokan produk endowment. Hary yakin, produk ini akan laku di pasaran. Ia mencontohkan, produk serupa yakni saving plan Jiwasraya yang tahun lalu mampu mencetak premi Rp 4 triliun.

Rencananya, Asuransi Jiwasraya bakal memperpanjangproduk saving plan. Sebagai informasi, produk saving plan Asuransi Jiwasraya menjanjikan return of investment (ROI) yang dipatok sebesar 8%.

Di sisi lain, agar target investasi tercapai, Asuransi Jiwasraya mengandalkan instrumen saham. Perusahaan asuransi pelat merah ini memilih saham BUMN infrastruktur. Hingga Juni 2016, nilai investasi saham mereka Rp 3 triliun dari total invetasi Rp 27 triliun.

Kinerja Asuransi Jiwasraya sepanjang semester I 2016 positif. Ini tercermin dari laba yang dihimpun melesat 361% jadi Rp 780,1 miliar ketimbang periode yang sama pada 2015 Rp 169,1 miliar. Raihan laba ini ditopang perolehan premi yang naik 100% menjadi Rp 3,82 triliun, serta hasil investasi yang meroket 275% jadi Rp 1,53 triliun.

Selain Asuransi Jiwasraya, BUMN asuransi lainnya yang juga tergiur menikmati dana repatriasi adalah PT BNI Life. Geger Maulana, Wakil Direktur Utama BNI Life, menuturkan, perusahaannya telah mengeluarkan produk asuransi yang khusus menampung dana amnesty pajak. Namanya: Maxima Pro, Maxima Promo, dan BLife Dana Agresif. “Life ini bisa dimanfaatkan untuk menampung dana repatriasi, “katanya.

Geger mengklaim, produk BNI Life yang paling banyak dipilih nasabah adalah BLife Dana Agresif. Maklum, sebagian besar nasabah yang jadi peserta tax amnesty adalah nasabah prioritas Bank Negara Indonesia (BNI), induk BNI Life.”Mereka sudah paham seluk beluk investasi dan pasar modal. Sekitar 70% nasabah peserta tax amnesty di BNI memilih BLife Dana Agresif, “ucap dia.

Blife Dana Agresif merupakan produk unitlink yang menginvestasikan 80% dana nasabah di instrument saham atau reksadana saham. Sisanya yang 20% di pasar uang.

Produk ini memberikan dua manfaat. Pertama, jika tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi, akan dibayarkan 100% uang pertanggungan ditambah nilai investasi. Kedua, kalau tertanggung hidup sampai akhir masa asuransi, bakal dapat nilai investasinya.

Untuk ROI BLife Dana Agresif, Geger menjanjikan, paling rendah diatas 10%. Bahkan, dia mengklaim , saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 16%-17% beberapa waktu lalu, ROI produk ini mencapai 20%. Ini yang membuat BLife Dana Agresif menyedot minat banyak nasabah membelinya.

Namun, BNI Life juga menawarkan produk investasi yang tak terlalu agresif dan ada garansi dana investasinya. Geger member contoh. Jika nasabah menanamkan dana Rp 10 juta tapi menginginkan porsi investasinya 80% kembali, nasabah bisa memilih produk BNI Life bertajuk High End Pro.

Cuma, karena produk ini baru mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keungan (OJK), Geger belum bisa menjelaskan   detail produknya. Yang jelas, BI Life menargetkan bisa menyerap Rp 75 triliun dana repatriasi dalam tiga tahun.

Peluang industry

Bak gula, dana repatriasi tak hanya jadi rebutan perusahaan asuransi milik pemerintah. Perusahaan asuransi swasta juga tertarik mencari peruntungan. Sebut saja, PT MNC Life.

Akhiz Nasution, Direktur Sales MNC Life, menyatakan, perusahaanya segera merilis produk unitlink dengan memberikan unitlink dengan memberikan tambahan proteksi yakni produk asuransi kesehatan, demi menarik investor dalam waktu dekat. Saat ini, kontribusi premi di MNC Life masih rata, masing-masing 30% antara produk unitlink, tradisional, dan employe benefit. Sayang, Akhiz belum mau membeberkan produk anyar yang siap dirilis MNC Life tersebut. Tahun ini, MNC Life memasang target perolehan premi Rp 540 miliar.

Berbeda dengan MNC Life, BCA Life tidak latah untuk mengeluarkan produk baru yang khusus menampung dana repatriasi. Menurut Christine Setyabudhi, Presiden Direktur BCA Life, butuh waktu panjang untuk merilis produk anyar untuk menarik dana tax amnesty. BCA Life akan lebih mengoptimalkan produk yang memang bisa dipilih sebagai salah satu pilihan investasi, “ungkap dia.

Christine menyebutkan, saat ini perusahaannya memiliki produk BCA Life Heritage Protection. Dia optimistis, produk ini akan menarik minat investor tax amnesty. “Investor yang punya uang bisa menaruh dananya pada produk ini. Produk asuransi ini baru mulai gencar dijual setelah Lebaran. Jadi, momennya pas, “ujarnya.

Keunggulan BCA Life Heritage selain memiliki jaminan perlindungan asuransi jiwa, juga manfaat investasi dan terminal illness. Melalui produk ini, BCA Life menawarkan instrument investasi yang beragam (obligasi, fixed income, serta equity) yang bisa memaksimalkan imbal hasil investasi nasabah pengampunan pajak.

Sayang, Christine juga tutup mulut soal besaran ROI dari produk itu. Yang jelas, BCA Life Heritage bisa melayani premi hingga Rp 300 miliar.

Christine menambahkan, kebijakan tax amnesty bakal membawa dampak positif pada perkembangan perekonomian Indonesia. Dana repatriasi akan menumbuhkan iklim perekonomian kita sehingga target pemerintah bisa tercapai.

Menurut Christine, produk asuransi berbalut investasi dapat jadi pilihan instrument dalam penempatan dana repatriasi dari bank-bank persepsi yang ditunjuk pemerintah. Ini yang menjadi peluang bisnis bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk. “Momentum ini harus diambil pelaku industry asuransi bekerja sama dengan bank persepsi untuk mengambil bagian dari Rp 165 triliun dana repatriasi yang ditargetkan akan masuk ke Indonesia, “ujar Christine.

Peluang produk asuransi bersaing dengan instrument investasi lain yang diterapkan pemerintah sangat besar. Semakin menarik produk dan hasil investasi yag akan didapat, maka bakal meningkatkan daya saing produk asuransi dengan instrument investasi lainnya.

Contohnya, dibandingkan dengan tabungan, giro, dan deposito, produk unitlink punya nilai investasi yang lebih tinggi. Belum lagi, manfaat perlindungan yang tak kalah penting dan tentu didapat nasabah.”Karena itu, kuncinya ada pada product innovation and packaging untuk bisa diterima oleh nasabah-nasabah yang mengikuti tax amnesty,”kata Christine.

Christine pun optimistis, perolehan premi asuransi BCA Life bakal terkerek naik lewat dana repatriasi. Tapi, ia belum menghitung potensi pertumbuhan premi sejalan dengan kebijakan pemerintah tersebut.

Silakan ditimbang bagi yang tertarik dengan asuransi.

Asuransi Jadi Pintu Masuk Tax Amnesty

Industri keuanga non-nank berpeluang menikmati aliran dana repatriasi hasil kebijakan pengampunan pajak. Tapi, dana repatriasi yang masuk, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tax Amnesty harus k bank pesepsi terlebih dahulu.

Menurut Wakil Direktur Utama BNI Life Geger Maulana, aturan main ini tidak bisa diganggu gugat. Jadi, dana repatriasi tidak langsung mengalir ke pasar modal atau lembaga keuangan termasuk asuransi.

Peran asuransi ada dalam tahap kedua. Dana yang masuk ke bank bisa diinvestasikan di berbagai produk lembaga keuangan atau pasar uang dan modal melalui perusahaan yang bekerjasama dengan bank persepsi.

Karena itu, Geger berharap perusahaan asuransi bisa jadi gateway tax amnesty.”Peran asuransi mirip dengan bank, yakni menghimpun dana, Cuma asuransi ada proteksi,”kata Geger.

Model penawarannya, menurut Geger, lewat referensi dari petugas bank persepsi semisal BNI. Petugas bank tersebut menjabarkan berbagai pilihan instrument kepada nasabah. Pilihan ada di nasabah sesuai preferensi serta profil risikonya.

Penulis : Dikky Setiawan, Agung Jatmiko, Mona Tobing

Sumber : Tabloid Kontan 29 Agustus 2016 s/d 4 September 2016

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: