Menghalau Ketakutan Pengusaha Alit

Pada periode pertama amnesti pajak, pemeintah belum memberikan perhatian yang sama rata untuk semua wajib pajak. Regulasi yang ditelurkan lebih diperuntukkan bagi WP golongan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) baik badan maupun perorangan belum digarap dengan maksimal.

Perolehan amnesti pajak per 29 Septmber 2016, uang tebusan dari WP badan UMKM baru Rp 151,63 miliar. Dari orang pribadi UMKM baru Rp 2,325 triliun. Sangat kecil dibandingdengan total uang tebusan Rp 90,1 triliun. Padahal potensi yang bisa digali sejatinya cukup besar karena ada 55 juta UMKM di Indonesia. “Kontribusi UMKM Rp 3.000 triliun terhadap PDB,” kata pengamat pajak Yustinus Prastowo.

Skema tarif uang tebusan yang berbeda dengan orang pribadi dan badan non UMKM menjadi salah satu penyebab masih rendahnya keikutsertaan UMKM. UMKM yang peredaran usahanya hingga Rp 4,8 miliar dikenai tarif 0,5% hingga 31 Maret 2017.

Namun, persoalan yang lebih krusial, kata Ketua Bidang UKMIKM Apindo, Nina Tursinah, ada di sosialisasi yang sangat minim. Bahasa dan istilah yang digunakan pun masih terlalu sulit dipahami. Akibatnya, banyak pelaku UMKM yang tidak memahami program ini. “Pelaku UMKM itu mendengar kata pajak saja sudah takut duluan,” ujarnya.

Untuk itu pemeirntah perlu turun hingga ke bawah dan memberikan bimbingan dan bantuan teknis langsung kepada UMKM. Termasuk menyediakan formulir untuk data-data pendukung Surat Pernyataan Harta (SPH) dalam bentuk fisik. Pasalnya, tidak semua UMKM paham dengan teknologi informasi.

Pendekatanya juga tidak semata dengan penekanan pada sisi pungutan yang rendah. Tetapi pada manfaat yang bisa diterima pelaku UMKM. Misalnya memberikan insentif berupa suku bunga kredit yang rendah. “Saat ini,usaha mikro bisa menikmati bunga 9%. Tapi yang IKM bunganya masih 14%. Harusnya disamakan saja,” tuturnya.

Prastowo sepakat dengan Nina. Insentif bagi UMKM yang masuk ke sistem perpajakan harus diberikan dan disampaikan. “Sudah seharusnya dipermudah akses ekspor-impornya, marketing dibantu, dan pembukuan usaha dibantu,” katanya.

Sumber: Tabloid Kontan, 3-9 Oktober 2016

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: