Tingkatkan WP Demi Sukseskan Amnesti Pajak di Periode 2

4f1ef-pengertian2bpengampunan2bpajak2btax2bamnesty2badalah

Metrotvnews.com, Jakarta: Periode pertama amnesti pajak terbilang sukses dalam meraih total tebusan Rp97 triliun. Direktur Jendral (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi tidak puas dengan pencapaian tersebut. Ken mempunyai berbagai cara untuk meningkatkan tebusan di periode kedua amnesti pajak.

Cara yang akan dilakukan Ken, salah satunya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat atau wajib pajak (WP) yang akan ikut serta dalam amnesti pajak di periode kedua yang akan berakhir per 31 Desember 2016.

“Peserta Amnesti Pajak sebanyak 368 ribu WP masih sangat kecil, bila dibandingkan dengan jumlah WP yang seharusnya memanfaatkan Amnesti Pajak,” tutur Ken, ditemui di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Ken menegaskan, hasil yang dicapai di periode amnesti pajak masih berpotensi untuk ditingkatkan, seperti deklarasi luar negeri sebesar Rp951 triliun dan repatriasi sebesar Rp137 triliun.

“Angka itu masih jauh dari data WNI yang dimiliki harta di luar negeri,” terang Ken.

Adapun pembayaran tunggakan pokok pajak di amnesti pajak yang mencapai Rp3,4 triliun masih sangat kecil, bila dibanding jumlah tunggakan pokok pajak sebesar Rp50 triliun. Begitu juga dengan WP dari sektor Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di periode pertama yang hanya mencapai 69.500 WP, angka itu masih kecil bila dibanding jumlah yang ada dalam data Ditjen Pajak sebanyak 600 ribu WP.

“Masih banyak pengusaha UKM yang belum memiliki NPWP. Kami akan kordinasi dengan Kementerian UKM dan Dinas UKM untuk imbau pelaku UKM manfaatkan program amnesti pajak ini,” tegas Ken.

Ken pun mengharapkan, agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan program amesti pajak di periode kedua. Hal itu karena tarifnya masih sangat rendah dan tak jauh berbeda dengan periode pertama.

Sebagaimana diketahui, WP Pajak Non UKM di periode pertama bisa membayar deklarasi harta dalam negeri dengan tarif sebesar tiga persen, deklarasi ?harta luar negeri dengan tarif sebesar enam persen, dan r?epartiasi dengan tarif tiga persen.

Sedangkan wajib pajak UMKM, harta yang mencapai Rp10 miliar dikenakan tarif 0,5 persen, dan harta di atas Rp10 miliar dengan tarif dua persen.

Sumber: Metrotv

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: