Nilai Tebusan Tax Amnesty UMKM di Jatim Masih Rp 50 Miliar

Hasil gambar untuk uang tebusan tax amnestySURYA.co.id | SURABAYA – Periode kedua program Tax Amnesty (TA) atau pengampunan pajak di wilayah Jatim belum mencatatkan jumlah nilai tebusan yang besar seperti periode pertama.

Karena itu, pihak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jatim II membidik Wajip Pajak (WP) dari kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Dari kalangan UMKM, nilai tebusannya masih kecil. Sementara denda yang diberikan hanya 0,5 persen sepanjang program TA,” jelas Irawan, Kepala Kanwil DJP Jatim II, Senin (10/10/2016).

Sampai saat ini, nilai tebusan TA untuk UMKM di wilayahnya masih tercatat sekitar Rp 50 miliar. Sementara potensinya masih besar.

Di wilayah kerjanya, Irwan mencatat ada lebih dari 10.000 UMKM. Dengan nilai denda 0,5 persen, merupakan nilai yang cukup rendah bagi pengusaha UMKM untuk mendapatkan manfaat jangka panjangnya.

Nilai tebusan Rp 50 miliar itu, tambah Irawan, baru didapat dari sekitar 2.800 UMKM. Sehingga masih banyak peluang bagi UMKM untuk segera mendaftar sebagai peserta TA.

“Kami prediksi, karena waktunya lama dan presentasi nilai tebusannya flat, bisa jadi nanti akhir-akhir baru banyak yang ikut,” jelas Irawan.

Walaupun memberikan sumbangsih kecil untuk Tax Amnesty, namun Irawan yakin bahwa UMKM adalah salah satu sektor yang berkembang.

Kendala yang terjadi diperiode pertama diantaranya banyak pelaku UMKM yang kesulitan menyajikan data. Karena harus menggunakan Microsoft Excel dan banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya.

“Maka di periode kedua mereka boleh tulis tangan, selain itu sudah banyak help desk disetiap KPP, mereka tinggal menyampaikan memiliki harta apa saja nanti tinggal di bantu oleh Help desk,” jelas Irawan.

UMKM yang dibidik ikut TA adalah UMKM dengan omset Rp 4,8 juta ke atas. Dengan begitu, dirjen pajak masih memberikan kelonggaran bagi UMKM yang ingin berkembangang.

Hal sama juga disampaikan oleh Kabid P2 Humas Dirjen Pajak Kanwil II Jatim Junaidi Eko Widodo. Dimana telah adanya tax amnesty ini maka mereka akan terbiasa untuk membayar pajak kedepannya dan tidak menunggak pajak.

Hingga akhir pekan lalu, dana tebusan di Kanwil DJP II sebesar Rp 1,372 triliun. Dana Repatriasi sebesar Rp 1,23 triliun, Deklarasi dalam negeri sebesar Rp 42,9 triliun, dan deklarasi luar negeri sebesar Rp 57,3 triliun.

Sementara itu, untuk Kanwil DJP Jatim I, hingga akhir periode pertama program TA, tercatat sudah ada dana tebusan mencapai Rp 5,297 triliun, dana repatriasi mencapai Rp 12,578 triliun, dan deklarasi harta mencapai Rp 279,663 triliun yang terdiri dari harta luar negeri Rp 81,094 triliun, serta deklarasi harta dalam negeri mencapai Rp 185,990 triliun.

Kepala Bidang P2 Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I, Sofian Hutajulu, menambahkan,  program tax amnesty di wilayah kerjanya ada lebih dari 1.000 wajib pajak (WP) baru yang melaporkan pajaknya.

“Kami optimis periode II akan lebih banyak lagi, dengan kami juga akan terus lakukan sosialisasi baik ke UMKM maupun non UMKM,” tambah Sofian, yang ditemui sepekan sebelumnya.

Penulis: Sri Handi Lestari

Sumber: tribunnews.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: