Menkeu SMI Akui Pengusaha Pintar Hindari Pajak

INILAHCOM, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan kepada para Wajib Pajak (WP) soal rencana dunia internasional yang ingin membuka keterbukaan informasi soal data pajak atau yang lebih dikenal Automatic Exchange of Information (AEoI) pada tahun 2018 nanti.

Kata SMI, nantinya jika para pengemplang pajak tidak mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty yang saat ini dilakukan pemerintah, siap-siap akan di ‘sikat’ pada 2018 nanti.

“Bapak-Ibu perlu diketahui dunia hari ini sudah sepakat, semua menteri keuangan di seluruh dunia sedang mencari pajak. Dicari di Amerika dia lari ke Eropa, dicari di Inggris, dia lari ke Italia, dicari ke Italia dia ke China, lari dari China dia lari ke Caymand Island dia lari terus,” kata Sri Mulyani dalam sosialisasi program pengampunan pajak di Jakarta International Expo (JIExpo) Jakarta, Senin (1/8/2016).

Menkeu SMI melanjutkan, saat ini para pengemplang pajak masih cukup aman menyimpan uang baik di dalam negeri maupun di luar negeri, namun hal itu tidak akan terjadi lagi pada 2018 nanti. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bahkan menyebut pengusaha pintar untuk menghindari pajak.

“Kalau selama ini menyembunyikan mungkin cukup aman karena punya keterbatasan menelusuri kesana. Dan kita belum cukup kuat untuk meminta keuangan. Tapi dunia semua sedang mencari pajak. Jadi pengusaha banyak ahli menghindarkan pajak itu memang ahli betul. Tapi Menkeu juga sudah cukup ahli juga. Jadi kita sepakat di dalam G20 dan OECD bahwa kita tidak boleh membiarkan pengusaha curang,” paparnya.

“Kita tidak mau intimidsi tapi itu praktik curang. Dan negara maju juga garuk kepala karena sulit juga cari pajak walaupun punya aparat pajak yang hebat kalau tidak sama-sama komit. Dan sekarang dunia sudah komit,” tambahnya.

Maka dari itu kata SMI, program pengampunan pajak yang saat ini lakukan jangan disia-siakan oleh para wajib pajak untuk mengikuti program ini, karena tawaran yang diberikan pemerintah sangat menarik. “Sebaiknya sekarang karena ratenya hanya 2%, 3%, 5%, sangat kecil. Ini waktunya,” tandas dia

Penulis: M Fadil Djailani

Sumber: Inilah.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: