Serial Tax Amnesty: Periode Amnesti Pajak

Jakarta. Lembaga legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), akhirnya mensahkan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty padatanggal 1 Juli 2016.

Hal tersebut sejalan dengan rencana pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan fasilitas pengampunan pajak atau Tax Amnesty bagi para wajib pajak.

Amnesti Pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017, dan terbagi ke dalam tiga periode, yaitu:

– Periode I: Dari tanggal diundangkan hingga 30 September 2016

– Periode II: Dari tanggal 1 Oktober 2016 hingga 31 Desember 2016

– Periode III: Dari tanggal 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017

Kebijakan Amnesti Pajak merupakan terobosan kebijakan yang didorong oleh semakin kecilnya kemungkinan untuk menyembunyikan kekayaan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena, semakin transparannya sektor keuangan global dan meningkatnya intensitas pertukaran informasi antar negara.

Kebijakan Amnesti Pajak juga tidak akan diberikan secara berkala. Setidaknya, hingga beberapa puluh tahun ke depan, kebijakan Amnesti Pajak tidak akan diberikanlagi.

Dengan demikian, Tax Amnesty adalah momentum sekali seumur hidup. Amnesti Pajak merupakan peluang terakhir untuk menebus kesalahan. Karenanya, pemanfaatan Tax Amnesty hanya diberi kesempatan hingga 31 Maret 2017.

Hal ini karena Indonesia termasuk negara yang menyetujui perjanjian Sistem Pertukaran Informasi Otomatis atau Automatic Exchange System of Information (AEoI) antar negara dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Turki.

Konsekuensinya, pertukaran data perbankan untuk kepentingan perpajakan antar negara tak bisa dielakkan mulai 2018 nanti. Jika data yang masih disembunyikan terungkap, maka akan dilakukan proses tindakan perpajakan sesuai aturan berlaku dan sanksi kenaikan berupa denda 200 persen dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar.

Ikut serta dalam Amnesti Pajak juga membantu pemerintah karena merupakan bagian dari reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan.

Selain itu juga, perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

Sumber : metrotvnews.com

Penulis : M Studio

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: