25 Persen Wajib Pajak di Purworejo Bandel

suaramerdeka.com – Meskipun sudah sering disosialisasi bahwa pendapatan utama negara ditopang dari sektor pajak, tapi jumlah wajib pajak ternyata tidak semuanya menyadari. Di Kabupaten Purworejo, sedikitnya 25 wajib pajak tergolong bandel atau tidak taat membayar kewajibannya.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi Amnesti Pajak yang digelar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purworejo di ruang Arahiwang, akhir pekan lalu. Acara itu dihadiri Bupati Agus Bastian, Wabup Yuli Hastuti, dan para pejabat eselon.

Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, Moh Shokhib mengungkapkan, di Kabupaten Purworejo wajib pajaknya berjumlah sekitar 51, baik badan maupun orang pribadi.

Dari jumlah itu, tingkat kepatuhan melapor SPT mencapai 75 persen. Sisanya sebesar 25 persen masuk kategori tidak patuh. Sosialisasi diharapkan membuat wajib pajak baik yang sudah ber-NPWP maupun belum ber-NPWP dapat memanfaatkan amnesti pajak dengan baik.

Kepala KPP Pratama Purworejo Yoepidha Laksmijarta Soemantri menjelaskan, Amnesti Pajak dapat dimanfaatkan oleh seluruh wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan. Terdapat keuntungan mengikutinya, antara lain penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi dan pidana perpajakan, tidak dilakukan pemeriksaan bukti permulaan penyidikan, dan penghentian proses pemeriksaan.

“Ada jaminan kerahasiaan di mana data pengampunan pajak tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan tindak pidanan lain. Selain itu juga ada pembebasan PPh terkait proses balik nama harta,” ungkapnya.

Dijelaskan, permohonan amnesti pajak dapat disampaikan kepada KPP tempat wajib pajak terdaftar. Penyampaian surat pernyataan harta beserta lampirannya dapat disampaikan dalam 3 periode. Periode I yakni sejak tanggal diundangkannya Amnesti Pajak hingga 30 September 2016, periode II sejak 1 Oketober hingga 31 Desember 2016, dan periode III sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

“Bagi wajib pajak yang tidak memanfaatkan Amnesti Pajak, harta yang belum dilaporkan dianggap sebagai penghasilan, dikenai pajak dan ditambah sanksi sesuai UU Perpajakan,” tandasnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian meminta masyarakat wajib pajak di Kabupaten Purworejo dapat memanfaatkan program Amnesti Pajak yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI.

Bastian juga mengajak para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal ketertiban perpajakan, termasuk dengan adanya program amnesti.

Penulis : Nur Kholiq

Sumber: Suaramerdeka

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

 

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: