OJK Dorong IJK Berperan Aktif di Tax Amnesty

Ilustrasi Opini - Menyoal Rencana Penerapan Tax AmnestyOTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar mengharapkan industri jasa keuangan (IJK) berperan aktif dalam implementasi pengampunan pajak atau tax amnesty.

Ketua OJK Kantor Regional 2 Jabar Sarwono mengimbau untuk 18 bank, 12 perusahaan perantara efek, dan 2 manajer investasi yang berperan sebagai gateway di Jabar itu membentuk tim khusus.

“Selain diharuskan memiliki tim khusus, industri jasa keuangan yang menjadi gateway itu bisa menyampaikan pesan terkait produk kepada masyarakat yang akan mengikuti program pengampunan pajak ini,” kata Sarwono pada Forum Dialog dan Diskusi tentang Tax Amnesty di Bandung, Selasa (30/8).

Menurutnya, September ini merupakan critical point kesuksesan program berdasarkan UU No 11/2016. Pasalnya, periode Juli-September ini merupakan masa pangampunan pajak dengan potongan terbesar. Berdasarkan UU No 11/2016 tentang Pengampunan Pajak, tarif pengampunan pajak ini dikenakan bervariasi. Semakin cepat para wajib pajak itu memberikan pernyataan harta, mereka akan semakin besar mendapatkan nilai potongan.

Disebutkan, wajib pajak yang memiliki harta di dalam negeri yang mengikuti tax amnesty pada periode I (1 Jul-30 Sep 2016) mendapat potongan sebesar 2% dari harta yang dilaporkan. Sedangkan, pada periode II (1 Okt-31 Des 2016) tarifnya sebesar 3% dan pada periode III (1 Jan-31 Mar 2017) tarifnya sebesar 5%.

Lantas, bagi wajib pajak yang memiliki harta di luar negeri yang mengikuti tax amnesty pada periode I (1 Jul-30 Sep 2016) mendapat potongan sebesar 4% dari harta yang dilaporkan. Sedangkan, pada periode II (1 Okt-31 Des 2016) tarifnya sebesar 6% dan pada periode III (1 Jan-31 Mar 2017) tarifnya sebesar 10%.

Sarwono merinci, 18 lembaga perbankan yang menjadi gateway di Jabar yakni BCA, BRI, Mandiri, BNI, Danamon, Permata, Maybank Indonesia, CIMB Niaga, UOB Buana, Pan Indonesia, Citibank, HSBC, DBS Indonesia, Standard Chartered, Bank Mega, BJB, Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri.

Sedangkan, 12 perusahaan perantara efek yakni CIMB Securities, Daewoo Securities Indonesia, Indo Premier Securities, Mandiri Sekuritas, Mega Capital Indonesia, MNC Securities, Panin Sekuritas, RHB OSK Nusadana Securities Indonesia, Sinarmas Sekuritas, Sucorinvest Central Gani, Trimegah Securities, dan UOB Kay Hian Securities. Plus, 2 manajer investasi yakni Sinarmas Asset Management dan Trimegah Asset Management.

Selain itu, OJK pun menyosialisasikan kepada industri jasa keuangan dan masyarakat mengenai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 26/POJK.04/2016 tentang Produk Investasi di Bidang Pasar Modal untuk mendukung UU Pengampunan Pajak. Produk dari pelaku jasa keuangan yang berperan sebagai gateway beserta instrumennya antara lain kegiatan penitipan dengan pengelolaan, negotiable certificate of deposit, dan produk-produk simpanan lainnya sesuai holding period lembaga perbankan.

Lantas, untuk perantara pedagang efek instrumennya antara lain saham, obligasi/sukuk pemerintah, dan obligasi/sukuk korporasi. Sedangkan, instrumen investasi di manajer investasi antara lain berupa reksa dana, reksa dana penyertaan terbatas, kontrak pengelolaan dana, dana investasi real estate, dan efek beragun aset.

Pada kesempatan itu, Kepala BNI Wilayah Bandung Fauzi mengaku pihaknya menyiapkan SDM khusus untuk menerima dana hasil pengampunan pajak ini. Dia menyebutkan, pimpinan terus memantau kesiapan setiap petugas di lapangan yang menjadi pengelola harta yang dideklarasi atau repatriasi.

Senada dengan itu, Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengaku pihaknya mendukung program untuk membangun bangsa ini. Dia mengaku, BJB merupakan satu-satunya bank pembangunan daerah yang menjadi gateway untuk mengumpulkan hasil dari pengampunan pajak ini.

“Sejak 8 Agustus kemarin, kita (BJB) dipilih menjadi salah satu gateway. Tak lain, BJB dipilih karena memiliki posisi strategis di Jabar. Nanti malam, perwakilan dari Mandiri, BNI, BRI, dan BJB dipanggil ke Singapura untuk membahas tax amnesty ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jabar I Yoyok Satiotomo mengatakan realisasi pengampunan pajak di provinsi Jabar.

“Hingga saat ini, kita berhasil mengumpulkan uang tebusan sebesar Rp127,69 miliar dari harta sebesar Rp5,99 triliun yang dideklarasikan,” sebut Yoyok.

 

Penulis : Doni Ramdhani

Sumber : inilahkoran.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: