Hasil Repatriasi Sudah Mulai ke Investasi

Hasil gambar untuk investasiJAKARTA. Walau tidak bertumbuh cepat, dana repatriasi dari hasil kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty mulai terakumulasi. Memasuki bulan ketiga periode tarif terendah, dana asing yang sudah mengalir ke beberapa instrumen investasi.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, hingga 12 September 2016, deklarasi harta bersih yang direpatriasikan mencapai Rp 18,84 triliun. Jumlah itu masih jauh dari perkiraan pemerintah yang mencapai Rp 1.000 triliun. Sedangkan total uang tebusan yang masuk dari kebijakan pengampunan pajak sebesar Rp 8,93 triliun. Walau jauh lebih besar dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2016 lalu yang Rp 3,12 triliun, jumlah itu baru 5,4% dari target Rp 165 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengklaim, dana repatriasi yang masuk melalui program amnesti pajak saat ini sudah mulai masuk beberapa instrumen investasi. Menurut dia, beberapa dana repatriasi masuk ke instrumen reksadana penyertaan modal terbatas (RDPT). Ada juga yang sedang proses masuk ke instrumen dana investasi real estate (DIRE). “Kami lihat nanti September dan Oktober mungkin ada yang masuk lagi,” kata Nurhaida, akhir pekan lalu.

Namun seberapa besar dana yang masuk ke reksadana dan DIRE, Nurhaida masih belum bisa mengatakannya. Hal yang sama dikatakan Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama.

Menurut Yoga, Ditjen Pajak masih menunggu laporan dari bank persepsi yang juga bertindak sebagai gateway tax amnesty. Berdasarkan Peraturan Dirjen (Perdirjen) Pajak Nomor 12/PJ/2016, gateway wajib menyampaikan laporan ke Dirjen Pajak mengenai pembukaan dan pengalihan dana ke rekening khusus tax amnesty.

Gateway juga diwajibkan menyampaikan laporan posisi investasi wajib pajak setiap bulan dan atau setiap pengalihan dana atau investasi antar gateway. Adapun kewajiban pelaporan berlaku tiga bulan sejak dana dialihkan oleh wajib pajak ke rekening khusus. “Kami masih menunggu laporan dari gateway sehingga kami belum mengetahui secara detail ke investasi mana saja dana repatriasi tersebut,” kata Yoga.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Ahmad Baiquni mengatakan, peserta amnesti pajak melalui bank itu lebih banyak melakukan deklarasi daripada melakukan repatriasi. Hingga akhir pekan lalu, uang tebusan yang masuk melalui BNI Rp 400 miliar. Sedang dana yang direpatriasi Rp 270 miliar.

Sebagian besar uang yang direpatriasi masih berada di bank tersebut dan belum masuk instrumen investasi. “Rencananya ke surat utang (bond). Kayaknya banyak yang minat ke sana,” ujar dia.

Penulis :Adinda Ade Mustami

Sumber : Harian Kontan, Selasa 13 September 2016

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: