Amnesti Pajak Akan Dipacu Tanpa Jeda

Hasil gambar untuk amnesti pajakJAKARTA – Memasuki hari keempat periode kedua program amnesti pajak, realisasi uang tebusan dan repatriasi seolah tak bergerak. Sampai saelasa (4/10), pukul 21.30 WIB, tambahan penerimaan uang tebusan hanya Rp 90,57 miliar.

Menurut data Ditjen Pajak, dana yang masuk ke dalam negeri lewat skema repatriasi hanya sebesar Rp 31,26 miliar. Alhasil, penerimaan negara dari program pengampunan pajak berdasarkan surat setoran pajak (SSP) sebesar Rp 97,2 triliun, dengan pembayaran tebusan Rp 93,8 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengaku, pajak tak memperlambat langkah kaki mengejar wajib pajak (WP) dalam program amnesti pajak. Apalagi, jumlah WP yang ikut amnesti pajak periode pertama masih jauh dibandingkan keseluruhan WP yang terdaftar di Ditjen Pajak.

Dari 10,16 juta WP, sampai periode pertama selesai, hanya 422.392 WP yang ikut amnesti pajak, atau hanya sekitar 2%. “Masih banyak WP besar yang belum ikut,” tandas Ken, Senin (3/10) malam.

Ken menegaskan, Ditjen Pajak akan terus melakukan sosialisasi hingga periode amnesti pajak terakhir. Dia bahkan sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak kembali antusiasme masyarakat ikut pengampunan pajak. “Kita siapkan langkah kedua, ketiga. Saya belum puas,” ujar Ken.

Salah satu yang akan dilakukan adalah mengejar pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahkan, Rabu 5 Oktober  ini, Ditjen Pajak berencana sosialisasi  program amnesti pajak ke pengusaha UMKM.

Caranya dengan bertemu langsung pengusaha UMKM yang tergabung dalam Forum  Komunikasi Pengusaha Kecil dan Menengah (FKPKM). Bagi UMKM, tarif tebusan berlaku tetap 0,5% untuk pelaporan aset di bawah Rp 10 miliar dan 2% untuk pelaporan harta di atas Rp 10 miliar.

Selain UMKM, Ken juga tidak akan melupakan WP orang pribadi dan badan non UMKM yang selama periode pertama paling banyak menyumbang tebusan.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryadi Sasmita bilang, pengusaha besar yang ikut amnesti pajak belum seluruhnya melaporkan harta. Masih banyak taipan dan pengusaha besar yang akan menyelesaikan penghitungan harta untuk diikutkan pengampunan pajak periode II dan III.

Menurutnya, rata-rata pengusaha baru melaporkan 70% dari total harta yang akan diungkap. “Kami yakin, potensi pengusaha iktu amnesti pajak masih cukup besar,” ujarnya. Dia bahkan berani menyebut, potensinya bisa mencapai Rp 10 triliun di periode kedua dan ketiga.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Ditjen Pajak Yon Arsal menegaskan, Ditjen pajak akan fokus mengamankan penerimaan pajak keseluruhan. Apalagi dari target penerimaan pajak Rp 1.355,2 triliun, hingga September baru tercapai Rp 792 triliun. Apalagi, sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin target penerimaan pajak tahun ini menembus angka Rp 1.320 triliun.

Untuk itu,Ditjen Pajak juga akan mengoptimalkan penerimaan pajak reguler. Caranya dengan gencar memeriksa WP, khususnya yang tidak ikut amnesti pajak. “Hasil amnesti pajak ditambah penerimaan reguler, saya kira masih aman,” ujarnya yakin.

Porsi Pembayar Tebusan Amnesti Pajak

Rp 1 miliar- Rp 10 miliar 8.437 Wajib Pajak (WP)
Rp 10 miliar- Rp 50 miliar 736 WP
Rp 50 miliar- Rp 100 miliar 71 WP
Diatas Rp 100 miliar 32 WP

Data hingga 30 September

Sumber: Ditjen Pajak Kemkeu

Penulis: Asep Munazat Zatnika, Adinda Ade Mustami

Sumber: Harian Kontan, 5 Oktober 2016

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: