Ingin Lebih Banyak Orang Ikut Tax Amnesty Periode II, Ini Jurus Ditjen Pajak

ff563-logo2bamnesti2bpajak2b-2btax2bamnesty

Jakarta – Pemerintah berharap antusias wajib pajak di periode kedua tax amnesty sama besarnya seperti di periode pertama. Lantas, apa jurus pemerintah untuk menjaring wajib pajak ikut tax amnesty di periode kedua yang tarif tebusannya 3% ini?

“Tinggal sekarang pemerintah lakukan sosialisasi ke wajib pajak yang lebih segmented. Misalnya dengan asosiasi, misalnya dengan pasar, misal untuk perusahaan di bidang kehutanan, kita bisa kerja sama dengan kementerian yang menanganinya,” ujar Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak, John Hutagaol, dalam diskusi tax amnesty di MarkPlus, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Sebelumnya salah seorang pejabat Kementerian LHK dalam diskusi itu mengusulkan agar petugas pajak melakukan sosialisasi ke perusahaan bidang kehutanan. Sehingga tepat sasaran ke pengusaha sekalipun dengan menggandeng kementerian terkait.

Selain itu, dilakukan pula sosialisasi khusus misalnya dengan mendatangi ke asosiasi pedagang pasar sehingga bisa menyasar ke pedagang pasar. Ia tidak menyebut berapa target penerimaan pajak pada periode II tax amnesty ini, yang jelas akan tetap menargetkan ke wajib pajak besar dan UMKM dengan menggenjot sosialisasi di dalam negeri.

“Itu masalah waktu, sebenarnya dana justru berasal dari dalam negeri tapi mereka punya aset di luar. Kebanyakan orang yang punya aset itu ada di Indonesia, asetnya saja di luar negeri. Kita harapkan ini sifatnya hak. Tinggal bagaimana kita bisa lakukan sosialisasi dengan makin segmented,” kata John.

Ia mengatakan, pemerintah akan terus bekerja dan merangkul stakeholder lainnya seperti perbankan, OJK, dan perguruan tinggi agar lebih tersegmentasi secara khusus. Menurutnya, antusias wajib pajak harus dijaga karena euforia akhir periode I masih terasa sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah harus dibangun lagi.

Ia berharap masyarakat mengikuti tax amnesty. Ini karena tebusan periode ini masih rendah 3% untuk dalam negeri dan deklarasi aset luar negeri 6%.

“Ini kesempatan kita untuk memperbaiki kepatuhan kita. Tax amnesty itu muatannya sangat menarik, walau sudah periode kedua, tarifnya masih menarik dan murah. Kalau itu deklarasi harta 3 persen itu masih murah, coba bandingkan dengan India 30 persen,” kata John.

Terkait dengan repatriasi yang masih sedikit ia menjelaskan karena ada beberapa aset wajib pajak yang di luar negeri berbentuk properti. Properti itu menurutnya masih diperlukan misalnya ketika anaknya sedang mengemban pendidikan di luar negeri.

“Itu masalah mereka banyak, misal punya properti, apakah properti itu harus dia jual? Jadi, mungkin dia lebih pilih ke sekuritas, karena lebih mudah urusnya. Ini akan menambah basis perpajakan kita. Dengan kejujuran yang dia lakukan, itu bisa menambah penerimaan kita,” ungkap John.

Sumber: DETIK

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: