Tax Amnesty Agar Kas Negara Tidak Kosong

3

Jakarta, Publik belum lupa bahwa Presiden Joko Widodo menyindir pengusaha-pengusaha yang menyimpan uangnya di luar negeri untuk menghindari pajak di Indonesia. Padahal, tanpa pemasukan pajak yang semestinya, pemerintah mengalami kesulitan finansial. Itulah sebabnya tax amnesty periode II tetap relevan dan penting bagi pemerintah.

Pemerintah RI sangat butuh pemasukan bagi negara sebab kas pemerintah selalu defisit karena belanja negara lebih besar dari penerimaannya sepanjang tahun berjalan. Ibaratnya, begitu ada uang masuk dari pajak atau penerimaan lainnya, dipastikan akan langsung habis untuk membayar kontraktor proyek-proyek infrastruktur.

Dampaknya, pemerintah selalu berjaga-jaga mencari utang guna menutup defisit anggaran.
Sebab, jika tak dapat utang, anggaran negara benar-benar terancam, bisa-bisa anggaran rutin tak terbayar tepat waktu.

Per Juni 2016 misalnya, realisasi belanja negara sudah mencapai Rp 865,4 triliun, sementara realisasi penerimaan negara baru sebesar Rp 634,7 triliun. Terjadi defisit sebesar Rp 230,7 triliun.

\Untuk menutup defisit tersebut, selama semester I 2016, pemerintah menambah utang baru sebanyak Rp 197,61 triliun. Sisa defisit ditutup dari utang yang diambil pada tahun sebelumnya. Jadi, jika tak ada uang dari utang, kas pemerintah saat ini benar-benar kosong.

Para analis dan akademisi menilai, Presiden Jokowi terlalu ambisius membangun infrastruktur, padahal uangnya tak cukup. Dampaknya, pemerintah harus berutang lebih banyak dan memangkas pos-pos anggaran lain agar tersedia dana yang cukup untuk membangun infrastruktur.

Dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi, anggaran infrastruktur memang dinaikkan “gila-gilaan”. Pada tahun 2015, anggaran infrastruktur mencapai Rp 290 triliun, sedangkan pada 2016, angkanya ditinggikan lagi menjadi Rp 313 triliun.

Sebagai perbandingan, anggaran infrastruktur pemerintahan Presiden SBY rata-rata hanya Rp 150 triliun per tahun.

Indonesia memang sangat membutuhkan infrastruktur untuk mengurangi biaya logistik, mengurangi kesenjangan antar-daerah, menciptakan kantong-kantong ekonomi baru, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi serta kemajuan pembangunan. Namun, terlalu ambisius membangun infrastruktur dengan mengorbankan kepentingan masyarakat jangka pendek juga tidak elok.

Untuk mengatasi kesulitan pendanaan, Jokowi mendorong kalangan bisnis mengikuti tax amnesty. Apalagi banyak pengusaha memarkir uangnya di luar negeri, suatu bukti bahwa mereka tidak percaya kepada pemerintahnya sendiri. Menurut Jokowi, hal itu tidak adil. Sebab, para pengusaha itu sudah mendapatkan banyak keuntungan di Indonesia. Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjadi sebuah momentum untuk mengembalikan uang pengusaha Indonesia yang diendap di luar negeri. Jokowi pun mengklaim memiliki data para pengusaha yang menyimpan uangnya di luar negeri.

Dalam kondisi penurunan ekonomi dunia saat ini, Indonesia sangat membutuhkan partisipasi dari warganya, khususnya dari para pengusaha. Maka Tax Amnesty periode II membutuhkan partisipasi dunia usaha dan para saudagar agar mencapai hasil yang optimal. Publik menanti aksi nyata kalangan pengusaha UMKM untuk mengikuti pengampunan pajak dengan harapan berbaur kecemasan ?

Sumber: INILAH

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: