AMPUUUN!! Amnesti Pajak Bakal Bidik PNS

Hasil gambar untuk amnesti dan pnsPROKAL.COJAKARTA – Seiring dengan berjalannya pengampunan pajak periode kedua, pemerintah akan membidik pegawai negeri sipil (PNS). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya telah menginventarisasi potensi penerimaantax amnesty dari aparatur negara.

“PNS golongan III ke atas saya minta untuk diinventarisasi. Bahkan, saya minta dosen, profesor, dan semua yang ada saya yakin berpotensi untuk ikut,” ujarnya di gedung Kemenkeu, Jakarta, kemarin (14/10).

Ani, sapaan Sri Mulyani, menuturkan banyak PNS yang memiliki harta cukup banyak, tetapi belum pernah melaporkan kekayaannya. Dia berharap, para pejabat pemerintahan ikut menyukseskan pengampunan pajak periode kedua maupun ketiga. “Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sedang menginventarisasi data untuk di-match,” imbuhnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, meski jumlah deklarasi atau tebusan mungkin tidak terlalu banyak, pemerintah lebih melihat pada aspek simbol kepatuhan warga negara. “Ada yang tebusannya hanya Rp 500, Rp 2.000, Rp 20.000. Tapi simbolnya kepatuhan itu,” jelasnya.

Ani memerinci, ada empat sasaran utama pada program amnesti pajak periode kedua dan ketiga. Di antaranya, wajib pajak prominen (terkemuka), wajib pajak bukan prominen, wajib pajak UMKM, serta wajib pajak profesi.

Pada sasaran utama, yakni wajib pajak prominen, hingga kini masih ada potensi yang cukup besar. Dengan demikian, masih ada kesempatan bagi wajib pajak mengikuti pengampunan pajak pada periode kedua. “Kami fokus pada high wealth atau prominent people di Indonesia. Sebab, ada yang prominen tapi jumlah tebusan tidak prominen,” tegasnya.

Kemenkeu, lanjut Ani, memiliki identifikasi data-data wajib pajak prominen hingga di daerah. Jadi, telah ada gambaran jelas terkait harta kekayaan yang dimiliki WP prominen tersebut.

Untuk sasaran wajib pajak bukan prominen, Ditjen Pajak telah melakukan analisis terhadap data yang dimiliki, khususnya data-data terkait aset. Misalnya, data kepemilikan kendaraan bermotor, kapal, properti, saham, dan obligasi yang kemudian disandingkan dengan data SPT (surat pemberitahuan tahunan).

“Sasaran ketiga untuk WP UMKM, Ditjen Pajak melakukan pendekatan melalui asosiasi UMKM. Upaya persuasi dapat juga dilakukan secara massal dan terarah dengan memanfaatkan data kontak terverifikasi seperti pengiriman SMS blast pada penerima KUR (kredit usaha rakyat) dengan kriteria tertentu,” tuturnya.

Amnesti pajak pada WP UMKM tidak semata-mata ditujukan untuk mendapatkan uang tebusan. Tetapi untuk mendorong UMKM berpindah dari sektor informal ke sektor formal.

Untuk sasaran berikutnya, Ditjen Pajak melakukan pendekatan melalui asosiasi profesi. Di antaranya, asosiasi untuk profesi notaris, seniman, pengacara, konsultan, konstruksi, dan akuntan dengan didukung data eksternal dan internal yang dimiliki Ditjen Pajak.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi memerinci, hingga 12 Oktober 2016, jumlah wajib pajak yang menyampaikan surat pernyataan harta (SPH) sebanyak 405.405 WP dengan jumlah uang tebusan Rp 93,49 triliun dan deklarasi harta Rp 3.826,81 triliun.

Jumlah tersebut terdiri atas WP OP (orang pribadi) sebanyak 321.893 dengan jumlah tebusan Rp 83,00 triliun (88,78 persen) dan deklarasi harta Rp 3.322,26 triliun (86,82 persen). Di situ terdapat 64.334 WP UMKM dengan jumlah tebusan Rp 2,99 triliun dan deklarasi harta Rp 254,38 triliun.

Sementara itu, WP badan sebanyak 83.512 dengan jumlah tebusan Rp 10,49 triliun (11,22 persen) dan deklarasi harta Rp 504,55 triliun (13,18 persen). Termasuk di dalamnya 16.568 WP UMKM dengan jumlah tebusan Rp 196,44 miliar dan deklarasi harta Rp 20,62 triliun.

Deklarasi harta sebesar Rp 3.826,1 triliun tersebut terbagi menjadi deklarasi harta dalam negeri sebesar Rp 2.703 triliun (70,63 persen), deklarasi harta luar negeri Rp 981,04 triliun (25,64 persen), dan repatriasi Rp 142,77 triliun (3,73 persen). “Sampai saat ini, jumlah harta repatriasi dan deklarasi luar negeri sebagian besar berasal dari Singapura, Virgin Island (British), Cayman Island, Hong Kong, dan Australia,” paparnya

Sumber: Prokal.co

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: