UU Pengampunan Pajak Digugat Lantaran Minim Sosialisasi

UNDANG Undang pengampunan pajak disahkan akhir Juni lalu sebagai payung hukum pelaksanaan tax amnesty. Sejumlah pihak yang menolak pemberlakuan beleid tersebut berencana mengajukan uji materi atau judicial review terhadap beleid tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menilai upaya melakukan uji materi tersebut merupakan akibat dari masih simpang siurnya perspektif publik terhadap kebijakan pengampunan pajak. Sebab ia menganggap pemerintah terlalu berfokus mengedepankan sosialisasi kepada dunia usaha, tapi malah terkesan meninggalkan upaya meningkatan pemahaman kebijakan kepada masyarakat luas.

“Saya pribadi masih berkeyakinan, uji materi itu akibatkan minimnya upaya pemerintah melakukan public hearing dan sosialisasi untuk tax amnesty. Tapi kembali lagi, uji materi atau judicial review terhadap Undang Undang merupakan hak setiap warganegara yang memiliki legal standing, hak konstitusional yang patut dihargai,” ujar Prastowo, Minggu (10/7).

Hanya saja, ia khawatir bila permohonan uji materi terhadap pengampunan pajak tersebut benar benar dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi. Sebab hal itu akan berdampak lagsung secara psikologis kepada mereka yang berencana mengikuti amnesti pajak.

Dampaknya, setiap calon pemohon pengampunan pajak bakal menjadi cenderung ‘wait and see’ melihat berbagai kemungkinan. Bahkan, mereka berpeluang menunda pelaporan kekayaan dan repatriasi aset sejak periode awal pelaksanaan tax amnesty.

“Ini yang menjadi dilematis, karena seharusnya kan kalau ikut lebih awal akan mendapat tarif lebih rendah. Tapi, dengan adanya judicial review seolah ada risiko Undang Undang Tax Amnesty bisa dibatalkan. Mereka lebih menjadi wait and see.”

Padahal, pemerintah menaruh harapan yang begitu agresif dari penerimaan tarif pengampunan pajak dalam APBN-P 2016. Penerimaan dari tarif tax amnesty dipatok Rp 165 triliun hanya untuk tahun anggaran 2016. Seperti diketahui, pengampunan pajak dirancang untuk bergulir sejak Juli 2016 hingga akhir kuartal pertama 2017.

Penulis: Nuriman Jayabuana

Sumber: mediaindonesia.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: