Gubernur BI: Kita Tidak Ingin Rupiah Terlalu Kuat

4Jakarta -Dampak dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty akan mendorong arus dana masuk ke dalam negeri. Ini diyakini mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Rupiah juga tidak akan dibiarkan terlalu kuat.

“Kita di BI kalau pun ada capital inflow yang membuat tersedia valas yang besar, bikin rupiah menguat, BI akan jaga sesuai fundamentalnya. Kita tentu akan jaga itu,” ungkap Agus di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

“Kita juga tidak ingin terlalu kuat, kita jaga di nilai fundamentalnya kalau rupiah menguat,” tegasnya.

Rupiah yang terlalu kuat akan membuat ekspor tidak berdaya saing, sebab harga jual barang akan menjadi mahal. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pemerintah.

“Penguatan rupiah (karena tax amnesty) pasti, tapi kita juga takut juga kalau rupiah terlalu kuat. Karena daya saing produk ekspor kita berkurang,” imbuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta tadi siang.

Sumber: detik.com

Penulis : Maikel Jefriando

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar