Begini Caranya Daftar Tax Amnesty di Kantor Pajak

8

Jakarta -Program tax amnesty alias pengampunan pajak telah dimulai sejak Senin kemarin (18/7/2016). Berbagai sosialisasi telah dilakukan untuk menarik minat wajib pajak terlibat dalam program ini.

Namun masih banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai prosedur untuk mengikuti program pengampunan pajak.

Persyaratan pertama untuk ikut tax amnesty adalah mereka sebagai wajib pajak harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Wajib pajak datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di mana dia terdaftar (sesuai NPWP)

Apabila belum memiliki NPWP bisa langsung datang ke KPP sesuai alamat tinggal dan langsung jadi.

“Kalau belum punya NPWP bisa datang ke kita. Kalau syaratnya lengkap satu hari bisa. Bikin NPWP bawa KTP untuk orang pribadi, kalau pegawai surat keterangan bekerja,” ungkap Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV KPP Pratama Jakarta Menteng Dua, Nurihwan kepada detikFinance di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016).

Setelah memiliki NPWP, wajib pajak bisa langsung datang ke helpdesk di KPP sesuai alamat terdaftar untuk mendapatkan informasi terkait amnesti pajak. Di sini para wajib pajak bisa menanyakan hal detail mengenai prosedur hingga tarif tebusan untuk ikut pengampunan pajak.

Setelah mendapatkan informasi mengenai tax amnesty dan cara menghitung harta kekayaan dari helpdesk di KPP terdekat, wajib pajak kemudian menghitung seluruh hartanya sendiri atau self assesment dan membayar tarif tebusan dengan cara mengalikan tarif sebesar 2% pada periode I (Juli-September) dengan total harta bersih.

Harta bersih merupakan selisih antara harta tambahan dengan utang yang belum diungkapkan dalam SPT PPh terakhir. Tarif 2% tersebut untuk pengungkapan harta yang ada di Indonesia namun belum dilaporkan, sedangkan untuk harta yang ada di luar negeri dikenakan tarif sebesar 4% pada periode yang sama.

Setelah mendapatkan besaran tarif tebusan dari total harta maka wajib pajak bisa langsung membayar tebusan ke bank yang telah ditunjuk pemerintah atau bank persepsi. Di setiap bank persepsi sudah terdapat counter khusus untuk para peserta tax amnesty membayar tebusan.

“Dia menghitung sendiri dan membayar tebusan bank persepsi. Bayar pengampunan pajak di bank ada counter khusus,” kata Nurihwan.

Kemudian pada langkah ketiga, wajib pajak kembali ke KPP sesuai alamat terdaftar untuk menyampaikan surat pernyataan harta beserta lampirannya yang diisi sendiri. Pada tahap ini akan dilakukan pengecekan kembali oleh tim peneliti di KPP untuk memastikan jumlah pembayaran tebusan sudah sesuai dengan total harta yang dilaporkan.

Setelah dipastikan cocok atau sesuai oleh tim peneliti, maka wajib pajak akan mendapatkan tanda terima dari KPP bahwa sudah membayar uang tebusan dan sudah sesuai.

“Setelah masuk ke tiga ada penelitian ada tim peneliti. Langsung masuk ke peneliti mencocokkan data mengenai tarif sudah benar dan lengkap. Setelah diterima kemudian dibuatkan tanda terima,” ujar Nurihwan.

Prosedur tax amnesty sudah hampir selesai. Setelah mendapatkan tanda terima dari KPP, wajib pajak perlu menunggu 10 hari kerja untuk mendapatkan Surat Keterangan Amnesti Pajak dari KPP. Dengan mendapatkan surat tersebut, seorang wajib pajak telah resmi ikut pengampunan pajak.

“Dalam 10 hari kerja Surat Keterangan Amnesti pajak dari Kanwil kita. Bentuknya fisik. Ini saat yang paling tepat untuk membuka diri,” tutur Nurihwan.

Sumber : DETIK

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: