Perbankan Menanti Duit Repatriasi

Meski siap menampung, perbankan cenderung pesimistis dengan program tax amnesty

JAKARTA. Isu pengampunan pajak meniupkan angin segar bagi berbagai sektor, tertama sektor perbankan. Untuk menampung dana repatriasi, pemerintah menunjuk bank persepsi, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Meski terlihat berdampak positif, banyak pihak masih mempertanyakan efektivitas pengampunan pajak ini.

Krishna Setiawan, Analis Lautandhana Sekurindo, mengatakan, tax amnesty tidak serta merta membikin kinerja bank, terutama bank persepsi menjadi positif. “Kalau dana yang masuk besar tetapi tidak bisa tersalurkan dengan baik, maka akan sia-sia,”kata Krishna kepada KONTAN, Jumat (22/7).

Menurut dia, Indonesia beruntung memiliki proyek infrastruktur yang membutuhkan dana besar. Jadi kucuran dana tax amnesty bisa mengalir ke infrastruktur.

Adapun terkait kesiapan dari empat bank persepsi tersebut, para analis menilai bank sudah dan harus siap.

Milka Mutiara, Analis Philip Securitas, menilai, meskipun keempat bank tersebut siap, tapi cenderung pesimistis dengan program ini. “Jadi tidak membuat produk khusus untuk menampung dana tax amnesty di luar produk yang ada sekarang,”jelas Milka.

Pembuatan produk baru membutuhkan waktu lama, termasuk untuk mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga muncul kekhawatiran dana yang masuk tak sebanding dengan proses pembuatan produk baru.

Sementara M. Ikhsan, Analis NH Korindo Securities, menilai, BBRI dan BBCA menarik untuk dicermati terkait tax manesty. BBCA menarik karena non performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah paling kecil dibanding tiga bank lain. Pertengahan tahun ini, NPL gross BBCA naik menjadi 1,35%.

BMRI memiliki potensi NPL yang cenderung naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. NPL gross BMRI tercatat 2,89% atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1,81%.

Untuk BRI, ikhsan menilai, BBRI memiliki return on equity (ROE) paling tinggi dibanding yang lain. “Secara teknikal BBRI termasuk yang leading di sektornya, jadi rebound termasuk duluan,”kata Ikhsan.

BBNI dinilai siap menjadi bank persepsi karena telah melakukan roadshow dengan KBRI Singapura. BBNI menargetkan bisa menampung Rp 70 triliun. Adapun BBRI menargetkan Rp 75 triliun. BBCA tidak mematok target.

Krishna berpendapat, dana repatriasi akan masuk merata ke semua bank persepsi.

Potensi mendapatkan dana repatriasi yang paling besar tergantung dari para pemilik aset.”Seharusnya pihak perbankan bisa membuat produk yang menarik bagi pemilik aset yang melakukan tax amnesty, “kata Frederik Rasali, Analis Minna Padi Investama.

Sumber: Harian Kontan, 25 Juli 2016

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: