Pertanda Rancak Pengampunan Pajak

4866a-logo2bamnesti2bpajak2b-2btax2bamnesty

Inikah keberhasilan program amnesti pajak?

Selamat untuk pemerintah Indonesia! Program pengampunan pajak (tax amnesty) mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Sehari sebelum periode pertama berakhir pada 30 September 2016, perolehan uang tebusan sudah melebihi 50% target setahun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) per 29 September 2016 pukul 19.50 WIB total uang tebusan yang masuk ke kas negara sudah menebus Rp 90,1 triliun. Artinya, sudah lebih dari 50% target penerimaan uang tebusan hingga akhir tahun 2016 yang mencapai Rp 165 triliun.

Perolehan uang tebusan, deklarasi, dan repatriasi program pengampunan pajak masih bertambah pada hari terakhir periode pertama ini. Berapa pun yang masuk, hasilnya makin menguatkan tanda keberhasilan program pengampunan pajak.

Tren positif pengampunan pajak tak lepas dari beberapa kebijakan yang dirilis pemerintah. Salah satunya, pada 26 September 2016, atau empat hari jelang berakhirnya periode pertama, Dirjen Pajak melonggarkan persyaratan program pengampunan pajak yang memuat dalam Peraturan Dirjen Pajak No 13 Tahun 2016.

Intinya, meski tidak melampirkan daftar perincian harta dan utang secara lengkap, wajib pajak (WP) yang menyampaikan surat penyertaan pengampunan pajak pada 30 September 2016 tetap bisa menikmati fasilitas tebusan periode pertama.

Yang penting, surat pernyataan ini dilampiri membayar bukti pembayaran uang tebusan. Selain itu juga bukti pelunasan tunggakan pajak, bukti pelunasan pajak yang tidak dibayar atau kurang bayar jika ada. Adapun perincian harta dan utang bisa disampaikan paling lambat 31 Desember 2016.

Revisi ini bagian dari akomodasi pemerintah terhadap usulan pengusaha. Pada Kamis, 22 September 2016, Presiden Joko Widodo mengundang para taipan makan malam di Istana Merdeka, Jakarta. Pengusaha yang hadir antara lain Arifin Panigoro, Erwin Aksa, Rosan Roeslani, Franky Welirang, Sugianto Kusuma (Aguan), Aburizal Bakrie, Surya Paloh, dan Oesman Sapta Odang.

Kabarnya, dalam pertemuan tersebut usulan ini langsung di sampaikan ke presiden. Alasannya, dengan waktu yang mepet, sulit untuk melengkapi berbagai syarat administrasi secara terperinci. Padahal, harta dan utang yang hendak dilaporkan menyebar dan bernilai besar.

Keputusan ini disambut hangat para WP kelas kakap. Satu per sau orang super kaya di Indonesia mendatangi kantor pajak. “Alhamdulillah menteri keuangan sudah memberikan kelonggaran untuk administrasi mundur sampai Desember 2015 diperbolehkan,” kata Rosan, usai menyerahkan surat pernyataan pengampunan pajak di kantor pusat DJP, Jakarta, 27 september 20016.

Pengampunan pajak ditopang pelonggaran kebijakan di hari-hari terakhir periode pertama.

Makin mendengar

Menjelang berakhirnya periode pertama, pemerintah memang makin mendengar keluhan calon peserta pengampunan pajak. Selain pelonggaran penyerahan administrasi, dua peraturan menteri keuangan (PMK) direvisi dan dirilis secara bersamaan 23 September 2016.

Salah satunya PMK Nomor 142 tahun 2016 menyangkut special purpose vehicle yang tidak wajib dibubarkan, namun bisa diganti menjadi deklarasi luar negeri. “Kami terus merespons dengan kebijakan pada level menteri atau perdirjen agar memberikan keleluasaan yang cukup,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ya, saat ini baru menjelang akhir periode pertama. Masih ada sisa waktu hingga 31 Desember untuk menyebut program ini berhasil atau tidak. Indikasinya bisa dilihat dari realisasi perolehan uang tebusan apakah mencapai target Rp 165 triliun atau tidak.

Pada periode kedua 1 Oktober 2016 hingga 31 Desember 2016, tantangan yang dihadapi pemerintah tidak lebih mudah. Salah satunya terkait rendahnya keikutsertaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), baik orang pribadi maupun badan.

Lagi pula, soal uang tebusan itu baru  target jangka pendek. Karena, kepentingannya sebatas menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Untuk jangka menengah dan panjang pemerintah jelas masih punya pekerjaan besar. Pemerintah masih harus kerja keras untuk menarik dana-dana dari luar negeri melalui jalur repatriasi aset. Insentif tarif uang tebusan tidak mungkin diberikan untuk menarik minat pemilik harta diluar negeri. Sebab sudah dikunci melalui Undang-undang Pengampunan Pajak. “Dari sisi tarif sesuai UU, maka kita harus taati UU itu. Periode 1 sampai hari Jumat (30 September 2016),” kata Sri.

Yustinus Prastowo, direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, menilai, pemerintah bisa mengoptimalkan kebijakan lain. Ambil contoh melalui perluasan kebijakan tax holiday bagi WP yang melakukan repatriasi dan menggunakan uangnya untuk membangun perusahaan baru.

Dana repatriasi yang diinvestasikan di perusahaan baru bisa mendapat pembebasan baru bisa mendapat pembebasan pajak lima tahun hingga 15 tahun. Berdasarkan direksi menteri keuangan, keistimewaan itu juga bisa diperpanjang hingga 20 tahun. Setelah itu, bisa diberikan potongan pajak penghasilan dari pajak terutang sebanyak 50% selama dua tahun.

Selama ini tax holiday diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Sembilan industri pionir, seperti industri logam hulu, pengilangan minyak bumi, dan industri transportasi kelautan. “Yang lebih penting, bagaimana memperlakukan wajib pajak yang ingin repatriasi ini sebagai investor,” kata Yustinus.

Pertambahan jumlah WP baru yang akan menjadi basis perpajakan di masa mendatang juga belum signifikan. Berdasar data kantor Staf Presiden yang dimiliki KONTAN, lebih dari 80% peserta pengampunan pajak adalah WP yang selama ini sudah patuh melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak.

Jadi, belum waktunya euforia berlebihan ya!

INS – 03 /PJ/ 2016

INS – 08 /PJ/2016

Penulis : Tedy Gumilar, Andri Indradie, Arsy Ani Sucianingsih

Sumber: KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: