Amnesti Dongkrak Penerimaan Pajak

ampunpajak1

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengatakan program amnesti pajak di periode pertama membuat reali- sasi penerimaan pajak melejit. Terutama penerimaan untuk kategori pajak penghasilan non migas.

Hingga akhir September 2016, berdasarkan data realisasi sementara, Pajak Penghasilan (PPh) non migas tercatat sebesar Rp 767,2 triliun. Jumlah itu tumbuh 64,07% dibandingkan realisasi PPh non migas pada periode yang sama tahun 2015.

Sementara itu, beberapa jenis pajak lainnya justru mengalami perlambatan dibandingkan tahun lalu. Misalnya, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang lebih rendah dari tahun lalu sebesar Rp 272,8 triliun menjadi hanya Rp 270 triliun saja di tahun ini.

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal mengatakan, kondisi itu dikarenakan penerimaan dari amnesti pajak dicatat sebagai PPh non migas. “Penerimaan pajak di bulan September saja mencapai Rp 170 triliun,” kata Yon, Senin (10/3).

Menurutnya, realisasi penerimaan pajak September memang yang paling tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Soalnya, penerimaan uang tebusan juga melonjak pada bulan tersebut.

Dari total penerimaan pajak di bulan September yang sebesar Rp 170 triliun itu, 97% di antaranya berasal dari PPh non migas. Sedangkan PPh migas hanya sebesar Rp 3 triliun.

Sebagai catatan, realisasi penerimaan uang tebusan amnesti pajak hingga Senin (3/10) kemarin tercatat sebesar Rp 89,2 triliun. Sementara itu, target uang tebusan yang dipatok pemerintah adalah sebesar Rp 165 triliun.

Namun Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasetiadi mengatakan, pencapaian program amnesti pajak tahap pertama itu belum terlalu memuaskan. Ia berharap, di periode berikutnya, jumlah peserta amnesti pajak tetap akan lebih besar.

Oleh karena itu, sejumlah langkah disiapkan. Di antaranya, Ditjen Pajak tidak hanya akan mendorong Wajib Pajak (WP) yang berstatus UMKM saja untuk ikut amnesti pajak. Ken juga berharap WP orang pribadi termasuk yang berstatus WP besar banyak yang melaporkan hartanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa langkah meningkatkan pemasukan pajak. Diantaranya memetakan sumber pajak baru berdasarkan data yang sudah dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta (SPH).

Selain itu, pemerintah akan mengawasi pelaksanaan kewajiban WP baru atau WP yang selama ini tidak pernah menyerahkan SPT. Sebab dari WP yang menyampaikan SPH, ada sekitar 5% WP baru dan sekitar 20% WP yang tidak pernah melaporkan SPT-nya.

Sumber: KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: