Amnesti pajak kembalikan sentimen positif pasar

621a7-tax-amnesty

JAKARTA. PT BNP Paribas Investment Partners menilai bahwa pencapaian program amnesti pajak periode pertama mengembalikan sentimen positif di industri pasar modal pada 2016 ini setelah cenderung mengalami koreksi pada tahun sebelumnya.

“Angka-angka yang dipublikasi dalam program amnesti pajak sangat positif, itu bisa mengembalikan sentimen pasar menjadi positif,” ujar Presiden Direktur BNP Paribas Investment Partners, Vivian Secakusuma, Selasa (4/10).

Menurut dia, pencapaian dana yang masuk dalam program amesti pajak dapat membantu anggaran pemerintah, sehingga potensi pemotongan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke depan relatif kecil.

“Jadi, sentimen ke depan bagi pelaku pasar di dalam negeri bisa lebih positif sehingga mendorong kegiatan atau bisnis lebih aktif. Potensi konsumsi domestik juga akan naik, kondisi itu seharusnya akan mendorong pertumbuhan industri atau perekonomian di Indonesia,” katanya.

Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Selasa (4/10) ini memasuki periode kedua program amnesti pajak, penerimaan surat pernyataan harta (SPH) sebesar Rp3.651 triliun yang terdiri atas deklarasi dalam negeri Rp2.559 triliun, deklarasi luar negeri Rp955 triliun, dan repatriasi Rp137 triliun.

Sementara realisasi Surat Setoran Pajak (SSP) mencapai Rp97,2 triliun, yang terdiri dari pembayaran tebusan Rp93,8 triliun, pembayaran bukper (bukti permulaan) Rp362 miliar, dan pembayaran tunggakan Rp3,06 triliun.

“Meski pertumbuhan ekonomi domestik masih melambat atau belum benar-benar naik tinggi, tetapi dengan angka-angka amnesti pajak itu memberikan sentimen positif. Biasanya, itu akan sangat membantu pergerakan pasar lebih baik,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan menjadi (BI 7-day Repo Rate) sebesar 25 basis points (bps) dari 5,25 % menjadi 5,00 % pada September lalu akan membantu pertumbuhan ekonomi domestik.

Kendati demikian, menurut Vivian Secakusuma, meski secara umum sentimen dari dalam negeri positf, tidak berarti semua sektor bisnis akan tumbuh karena Indonesia belum benar-benar membaik, salah satunya pertambangan.

“Karena sektor itu berhubungan dengan permintaan dan perekonomian global. Perekonomian global sendiri juga belum benar-benar pulih. Kalau di global belum mengalami perbaikan, ya wajar-wajar saja jika berpengaruh ke saham sektor pertambangan. Tetapi kita juga harus lihat potensi ke depannya, karena saham tidak bisa dilihat jangka pendek, harus jangka panjang,” jelasnya.

Vivian Secakusuma mengatakan, kinerja industri pasar modal yang dapat dilihat dari fluktuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan berada di kisaran 5.400-5.600 poin pada akhir 2016 ini.

Tercatat, pada hari ini (Selasa, 4/10) IHSG BEI ditutup menguat 8,40 poin atau 0,15 % menjadi 5.472,31. Dengan demikian, pergerakan IHSG sejak awal tahun hingga 4 oktober 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 19,14 %.

Penulis: Yudho Winarto

Sumber: KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: