KATA MEREKA: Tax Amnesty Sukses, Sri Mulyani Ubah Status Ditjen Pajak

b27cd-sri-mulyani-saat-rapat-di-dpr

JAKARTA – Periode I program pengampunan pajak alias tax amnesty resmi berakhir. Presiden Joko Widodo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani telah melakukan evaluasi pada Jumat 30 September 2016.

Hasilnya cukup memuaskan, hingga per 2 Oktober 2016 saja total dana tebusan sudah mencapai Rp89,2 triliun. Angka tersebut didominasi oleh uang tebusan dari wajib pajak (WP) orang pribadi non-UMKM sebesar Rp76,6 triliun. Kemudian disusul oleh badan non-UMKM Rp9,7 triliun, dan WP orang pribadi UMKM Rp2,64 triliun.

Sri Mulyani sepertinya sangat bahagia atas raihan tersebut. Pada saat evaluasi periode I tax amnesty, wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman.

Menurutnya, hasil positif tersebut merupakan hasil jerih payah dari seluruh karyawan Direktorat Jenderal Pajak. Wanita yang pernah menjadi pejabat di World Bank itu bahkan tidak segan-segan untuk membuat surat khusus dan mengucapkan terima kasih yang disampaikannya kepada Direktur Jenderal Ken Dwijugiasteadi.

Lantas, bagaimana tanggapan masyarakat terhadap banyaknya konglomerat dan pengusaha di Indonesia yang ternyata memiliki harta yang belum dilaporkan ke DJP? Apakah masyarakat percaya dana-dana tax amnesty akan dimaksimalkan untuk kemajuan negara? Lalu, bagaimana pula tanggapan pemerintah terhadap akuntabilitas DJP di bawah kepemimpinan Sri Mulyani?

1. Diah Anggraeni (29), Karyawan Swasta

Berarti pemerintah berhasil meyakinkan pengusaha/konglomerat untuk melaporkan hartanya ke DJP. Saya kira selama ini trust kepada pegawai pajak kurang sehingga banyak pengusaha/konglomerat lebih memilih menyembunyikan hartanya.

Saya percaya pemerintah akan melakukan tax amnesty dengan sebaik-baiknya asal transparan atau secara berkala melakukan pengumuman secara publik.

Sri Mulyani orang pintar. Saya yakin dia mampu meningkatkan trust DJP di mata masyarakat. Jika KPK juga dilibatkan tentu saja ini akan meningkatkan gairah publik terhadap DJP.

2. Meka Wati (29), Karyawan Swasta

Berarti pajak di Indonesia terlalu besar tarifnya dan kurang berasa manfaatnya untuk para pengusaha dan konglomerat yang baru sekarang memanfaatkan tax amnesty.

Ya, terobosan baru pasti bermanfaat nantinya Apalagi bagi perbankan. Karena banyak dana yang dikelola nantinya. Perbankan banjir likuiditas. Engga hanya bank saja, tapi masih banyak lembaga keuangan lainnya.

Saya pribadi percaya akuntabilitas DJP semakin baik ke depannya. Karena Sri Mulyani profesional dan ahli di bidangnya baik teknis maupun strategic thinking-nya.

3. Marini (33), Karyawan Swasta

Saya sih enggak heran sama konglomerat dan pengusaha itu. Karena memang hartanya banyak yang disembunyikan dan emang orang Indonesia kaya-kaya.

Saya pribadi enggak percaya sama bisa dimaksimalkan untuk kemajuan negara. Soalnya masih banyak pejabat yang doyan ‘main-main’ sama uang. Apalagi dengan dana yang berasal dari tax amnesty.

Saya pribadi 50 persen percaya, 50 persen enggak percaya sama DJP walau di bawah kepemimpinan Ibu Sri Mulyani. Karena lingkungan kerja mempengaruhi pembuatan keputusan juga. Lingkungan kerja pemerintahan kita kan sebenarnya udah bobrok, jarang atau bahkan enggak pernah mikirin rakyat.

Sumber : OKEZONE

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: