Waspadai dampak penurunan inflasi inti

index

JAKARTA. Rendahnya inflasi inti Oktober 2016 bisa menjadi peringatan bagi pemerintah. Sebab, rendahnya inflasi inti menjadi indikator yang menujukkan lemahnya daya beli masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2016 sebesar 0,14% dengan inflasi tahun ke tahun 3,31%. Berdasarkan komponennya, inflasi disumbang inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered prices 0,57%. Lalu inflasi inti 0,10% dan komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami deflasi sebesar 0,26%.

Sementara inflasi inti tahunan Oktober 2016 sebesar 2,68%. Angka itu tercatat terendah sejak Oktober 2009. Menurut catatan BPS, inflasi inti Oktober 2009 4,52% (yoy), Oktober 2010 (4,19%), 2011 (4,03%), 2012 (4,59%), 2013 (4,73%), 2014 (4,02%), dan Oktober 2015 (5,02%).

Kepala BPS Suhariyanto bilang, rendahnya inflasi inti dipengaruhi harga-harga yang makin terkendali. “Secara umum, komoditas makanan turun harga,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (1/11).

Dia mengklaim, hal itu merupakan hasil intervensi dan jaminan pasokan serta distribusi yang baik oleh pemerintah.

Namun menurut Ekonom Maybank Indonesia Juniman, rendahnya inflasi inti di bulan Oktober 2016 didorong penurunan sejumlah harga komoditas, terutama emas dan perhiasan. Selain itu, dipengaruhi penurunan tarif data internet.

Kata dia, turunnya inflasi inti harus diwaspadai pemerintah. “Ini menjadi warning bagi pemerintah, karena permintaan domestik melambat. Sejak lebaran sampai sekarang, daya beli cenderung melambat,” kata Juniman.

Tanda-tanda pelemahan permintaan juga ditunjukkan oleh purchasing manufacture index (PMI) Indonesia berada di bawah level 50. Artinya, perusahaan pesimistis dengan kondisi ke depan, sehingga mengurangi ekspansi usaha. “Ini karena tidak ada daya beli,” tambahnya.

Diperkirakan permintaan masyarakat akan meningkat di akhir tahun sehingga inflasi inti meningkat ke 3,4%. Peningkatan karena faktor musiman, yaitu Natal dan tahun baru. Inflasi secara keseluruhan pada akhir tahun akan berada di level 3,15%.

Waspada di akhir tahun

Hanya Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution melihat lain. Menurutnya, rendahnya inflasi inti bukan didorong pelemahan permintaan masyarakat. Saat ini masih ada beberapa jenis barang dan jasa yang harganya naik, walau tak besar.

“Kalau harganya turun semua, itu baru khawatir,” katanya.  Apalagi banyak kegiatan usaha yang mengalami perbaikan walau tidak secepat yang diperkirakan.

Sampai akhir tahun 2016, Darmin optimistis laju inflasi tetap rendah di bawah 3%. Proyeksi inflasi akhir tahun itu lebih rendah dari proyeksi BPS yang diperkirakan di bawah level 4%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, pemerintah masih harus mewaspadai sejumlah komponen yang berpotensi mengerek inflasi sampai akhir tahun 2016.

Sasmito menyebut, ada potensi kenaikan harga beras di November dan Desember. “Ke depan beras akan naik terus karena sudah lewat musimnya,” katanya. Pemerintah juga perlu mewaspadai potensi berlanjutnya kenaikan harga cabai merah. Sebab, cabai merah memberikan andil 0,7% terhadap inflasi nasional.

Apalagi pada Oktober lalu, komponen penyumbang inflasi adalah kenaikan harga rokok dan cabai merah. “Meski secara umum bahan makanan deflasi, yang perlu dapat perhatian adalah cabai merah harganya merangkak naik,” kata Suhariyanto.

Juga ada potensi kenaikan tarif transportasi umum baik darat maupun udara seiring musim Natal dan tahun baru. Sasmito memperkirakan, inflasi akhir 2016 di kisaran 3,5%, bahkan lebih rendah.

Sumber: http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: