Peserta Tax Amnesty Diramalkan Membanjir di Akhir Periode

541be-logo2bamnesti2bpajak2b-2btax2bamnesty

Jelang tutup pintu periode II program pengampunan pajak atau tax amnesty, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) optimistis keikutsertaan wajib pajak (WP) akan mengalir deras di Desember ini.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) DJP Kemenkeu, Hestu Yoga Saksama mengatakan, keyakinan itu muncul dari pengalaman periode I, di mana keikutsertaan WP langsung melonjak drastis di bulan terakhir.

“Memang begitu karakteristik masyarakat. Periode I kemarin, 90 persen dari 400 ribu WP masuk di September. Jadi, Desember ini pasti tetap banyak yang ikut tax amnesty,” ujar Yoga di kawasan Harmoni, Jakarta, Rabu kemarin (30/11).

Tak hanya membaca karakteristik masyarakat Indonesia, DJP mengklaim, dari sisi keikutsertaan WP di dua bulan pertama periode II sebenarnya sudah jauh lebih tinggi bila dibandingkan dua bulan pertama periode I.

Yoga mencatat, DJP mampu menjaring sekitar 21 ribu WP selama Juli-Agustus 2016 lalu. Sementara, sepanjang Oktober-November 2016, tangkapan DJP justru lebih gemuk, hampir empat kali lipat, mencapai sekitar 81 ribu WP.

Ia juga mencatat, berdasarkan laporan keikutsertaan harian, di dua bulan pertama periode I, keikutsertaan hanya sekitar 2 ribu WP per hari dari seluruh Indonesia. Namun, sejak akhir November, kenaikannya meningkat dua kali lipat, menjadi sekitar 4 ribu WP per hari dari seluruh Indonesia.

Kemudian, dari segi uang tebusan, setidaknya Rp30 miliar dikantongi DJP per hari dari dua bulan pertama periode I. Namun, jumlahnya kini meningkat mencapai Rp50 miliar.

Adapun optimisme DJP tersebut, kata Yoga, diteruskan dengan semakin rajin memetakan kalangan WP yang akan dibidik, termasuk melihat catatan potensi harta yang belum dilaporkan dalam Surat Tagihan Pajak (STP) serta strategi khusus yang akan digunakan.

“Misalnya pengacara, kami data harta yang belum dilaporkan. Kemudian sektor properti, kami banyak kerja sama dengan developer. Lalu, sektor perikanan, kemarin dari 9 ribu SPT, ternyata yang ikut tax amnesty baru 3.500 SPT, itu kami surati,” jelas Yoga.

Sementara dari segi teknis operasional, DJP memastikan, jelang tutup periode II, lembaga pengelola pajak rakyat itu akan kembali memaksimalkan jam operasional dan pelayanan.

“Minggu tanggal 4 Desember nanti kami buka seluruh Indonesia, petugas kami perbanyak lagi jelang tutup periode II, seperti untuk loket dan lainnya. Pokoknya kami siap untuk keadaan darurat seperti akhir periode I lalu,” imbuh Yoga.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prasetyo mengatakan, DJP seharusnya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mengoptimalkan jaring tax amnesty.

Yustinus mengatakan, pemda merupakan salah satu peran penting terhadap penjaringan tax amnesty di daerah-daerah. Selain itu, pemda juga cukup tahu soal celah-celah penerimaan pajak.

“Harusnya kerja sama agar tidak malas itu pemda. Jangan Dana Alokasi Umum (DAU) diberikan jor-joran kepada daerah tapi daerah tidak bantu pemerintah pusat,” tegas Yustinus.

Sumber: CNN INDONESIA

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: