Amnesti Pajak Tak Kerek Emiten Properti

b3c18-properti_emas

JAKARTA. Program amnseti pajak yang diprediksi bakal mengerek kinerja emiten sektor properti tak berdengung lagi. Program ini ternyata tak banyak berpengaruh bagi sektor property.

Sejumlah pengembang property menyebutkan, amnesty pajak tak berpengaruh terhadap Penjualan properti. “ Amnesti pajak belum ada pengaruh,” ungkap Theresia Rustandi, Sekretaris perusahaan PT Intiland Development Tbk (DILD) kepada KONTAN, Rabu (15/2).

Dia juga tak terlalu optimis dengan efek amnesty pajak. Saat ini, harapan DILD tertambat pada hasil pemilihan umum kepala daerah (pilkada) di 101 daerah di Indonesia. “kami masih optimis. Semoga hasil pilkada bik dan kestabilan dapat terjaga,” kata Theresia.

Tak jauh berbeda dengan DILD, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga melihat efek amnesti pajak yang digadang-gadang bakal mengerek Penjualan property, nyatanya belum terlihat. Meski ada kenaikan, angkanya belum signifikan.

Agung Wirajaya, Assistant Vice President Strategic Marketing Residential APLN menyatakan, Penjualan properti  tumbuh sekitar  5% pasca amnesti pajak. “ jadi belum terasa, belum   signifikan dan belum seperti yang kami harapkan,” ujar Agung kepada KONTAN, Selasa (14/2).

Meski demikian, APLN menyiapkan strategi khusus menghadapi tantangan tahun ini, terutama wacana pengenaan pajak atas tanah. Manajemen berharap pajak tanah ini tidak di realisasikan. Saat ini APLN menyusun strategi demi menghadapi wacana ini. “Ruang gerak investor jadi terbatas, walau bagaimana pun di sektor properti banyak investor yang bermain,” kata Agung.

APLN akan lebih focus membidik end user dibandingkan dengan investor. Agung Podomoro juga mencoba mengedukasi  end user bahwa mereka bisa bertindak sebagai investor.

DILD pun meyakiini pemerintah akan berpihak pada industri properti. “sesuai pernyataan pak Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia), kami yakin pemerintah tidak akan membuat kebijakan yang medistorsi industri. “ kata Theresia.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menilai, sejak awal amnesti pajak tidak akan menggerakan bisnis property secara instan, tetapi memerlukan proses. Ia juga melihat efek amnesti pajak ke sektor riil tak berlangsung secara cepat.

Reza menyebutkan, suku bunga perbankan masih tinggi sehingga masyarakat enggan membeli properti, untuk jenis properti rumah tapak masih menjadi andalan. “pilihan masyarakat masih landed house. Untuk high rise, biasanya orang lebih memilih berinvestasi,” ungkap Reza kepada KONTAN, kemarin.

Mengenai rekomendasi saham, Reza merekomendasikan trading buy untuk APLN dan DILD. Menurutnya, target harga APLN adalah Rp 320 per saham, DILD di harga Rp 515 per saham.

Sumber: Kontan, Kamis 16 Februari 2017

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: