Penerimaan Pajak dan Ekspor Jeblok, APPBN 2016 Dipangkas

Ilustrasi Opini - Menyoal Rencana Penerapan Tax Amnesty

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN) 2016 disebabkan oleh kurangnya pendapatan negara dari dari perpajakan dan non perpajakan.

Penerimaan dari pajak khususnya pajak penghasilan (PPh) perdagangan (PPh 22) juga anjlok. Sementara permintaan pengajuan restitusi (pengembalian pajak) tahun ini meningkat.

“Tahun lalu membayarnya tinggi, tapi rupanya realisasinya di bawah itu,” kata Darmin di kantornya, Rabu (3/8/2016).

Terlebih, banyak wajib pajak mengajukan restitusi agar dapat mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty). Dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak, peserta tax amnesty tak berhak mendapatkan restitusi dan kompensasi lainnya untuk tahun pajak terakhir.

Darmin menyebutkan kinerja ekspor terus memburuk baik secara volume dan harga. “Secara umum turun terus walaupun 1-2 bulan terakhir beberapa sudah membaik, sehingga akan mengurangi penghasilan para penghasil ekspor,” kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Pada 2015, kinerja ekspor-impor tercatat negatif sebesar -2,0% dan -5,8%. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat konsumsi masyarakat Jepang yang berdampak pada penurunan permintaan komoditi Indonesia. Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar ketiga setelah AS dan Tiongkok.

Darmin yakin pemerintah tetap bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi sekitar 5,1-5,2% lantaran pemangkasan ini tak akan mengorbankan program prioritas pembangunan seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan khususnya terkait bantuan sosial.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memangkas anggaran sebesar Rp 133 triliun berdasarkan rapat pembahasan APBN Perubahan 2016 di kantor presiden sore tadi, Menteri. Postur yang dipotong adalah belanja pemerintah pusat (kementerian dan lembaga) sebesar Rp 65 triliun, dan transfer dana ke daerah sebesar Rp 68 triliun.

Pemerintah juga akan memperlebar ruang defisit dari 2,35 persen menjadi 2,5 persen terhadap produk domestik bruto pada APBN 2016 sehingga diperlukan tambahan pembiayaan sebesar Rp 17 triliun. Asumsi nilai tukar rupiah ditaruh di level Rp 13.500 menjadi Rp 13.300 per US$ di APBN Perubahan.

Pemangkasan anggaran ini telah diprediksi sejumlah pihak lantaran defisit anggaran semester I telah mencapai 1,83 persen terhadap PDB. Artinya, tinggal tersisa 0,5 persen ruang defisit dari target 2,35 persen pada Juli-Desember 2016.

Pemangkasan dilakukan sebagai penyelamat agar defisit tak melonjak melebihi aturan undang-undang yaitu di bawah 3 persen.

Sementara hingga Jumat lalu, nilai tebusan yang terkumpul dari program pengampunan pajak baru mencapai Rp 84,3 miliar dari nilai total harta yang dilaporkan Rp3,75 triliun.

 

Sumber : netralnews.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: