Tampung Dana Repatriasi Pengembang Berburu Lahan

JAKARTA – Para pengembang mulai bersiap menambah cadangan lahan atau landbank di paruh kedua tahun ini. Keyakinan timbul setelah ada  beberapa kebijakan yang bisa menggulirkan bisnis properti di pasar domestik, salah satunya soal tax amnety.

Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk (PPRO) Indaryanto bilang, pihaknya sudah mempersiapkan diri. “Kalau dana repatriasi masuk, kami harus siap dengan unit (properti) baru,” katanya kepada KONTAN, Senin (15/8).

Anak usaha PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini memang sudah membeli saham seluas satu hektare (ha) di Sentul dan di Jababeka seluas 2,5 hektare. Sayang, ia tidak merinci nilai pembelian lahan tersebut, yang jelas pihaknya sudah menginvestasikan Rp 49 miliar untuk pengembangan proyek di Sentul dan Rp 36 miliar di Jababeka.

Nah, aksi akuisisi ini bakal berlanjut di paruh kedua tahun ini. PPRO akan mengakuisisi lahan di Depok seluas 5.500 meter persegi , kemudian berlanjut ke Surabaya dengan luas lahan 1,1 hektare, lantas Semarang dengan lahan 7.500 meter persegi dan yang paling luas adalah di Bandung, seluas 21 hektare.

Untuk bisa merealisasikan pembelian lahan ini, PPRP sudah menyiapkan dana total Rp 608,7 miliar. Perinciannya, Rp 130 miliar untuk lahan di Surabaya, Rp 175 miliar di Bandung, dan Rp 303,7 miliar di Jakarta.

PP Properti akan membangun properti jangkung di lahan tersebut, yakni apartemen kelas menengah. Lewat produk ini, Indaryanto optiimistis dana repatriasi bisa mengucur ke proyek tersebut.

Sedangkan untuk pengadaan proyek satu juta rumah, pihaknya belum bisa memberi informasi soal lahan yang bakal dibeli. “Untuk menengah ke bawah kami belum bisa discloses,” kata dia.

Akuisisi Sekitar Proyek

Sedangkan Grup Ciputra masih terus mengakuisisi lahan di beberapa proyek pengembangan properti yang ada. “Kami akan terus akuisisi lahan di sekitar pengembangan proyek dan tidak akan pernah berhenti, sampai sudah mentok, seperti di Ciputra World Jakarta,” kata Harun Hajadi, Managing Director Grup Ciputra, kepada KONTAN, Senin (15/8).

Sedangkan untuk akuisisi lahan di luar proyek yang ada, Grup Ciputra, kata Harun, masih belum punya rencana untuk mengeksekusi. Yang jelas, lahan terbaru yang grup ini garap adalah proyek Citraland Bandar Lampung. Proyek yang mulai berjalan Mei lalu ini berada di atas lahan seluas 50 hektare.

Tapi ia memastikan, bila ada tawaran lahan yang menarik, tidak tertutup kemungkinan Grup Ciputra bersiap menambah landbank.

Sedangkan Sinar Mas Land saat ini belum punya rencana mengakuisisi lahan lantaran masih punya areal lahan yang cukup luas yang tersebar di Indonesia. “Kami fokus untuk unlock lahan di kisaran 10.000 hektare,” kata Ishak Chandra, Chief Executive Officer Strategic Development and Services Sinar Mas Land, kepada KONTAN.

Dalam catatan KONTAN, anak usaha Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk sudah mengakuisisi lahan 140 hektare sepanjang semester satu tahun ini. Untuk aksi ini, pengembang dengan kode saham BSDE ini merogoh dana Rp 1,3 triliun.

Penulis: Elisabet Lisa Listiyani

 

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 



Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: